Darilaut – Tuberkulosis (TBC/TB) tetap menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia.
Setiap hari, lebih dari 3300 orang meninggal karena TB dan lebih dari 29.000 orang jatuh sakit karena penyakit yang dapat dicegah dan disembuhkan ini.
Upaya global untuk memerangi TB telah menyelamatkan sekitar 83 juta jiwa sejak tahun 2000, namun pemotongan pendanaan kesehatan global mengancam untuk membalikkan kemajuan ini.
Penggunaan alat diagnostik cepat telah menjadi tantangan di banyak negara, sebagian karena biaya yang tinggi dan ketergantungan pada pengiriman sampel untuk mendukung pengujian di laboratorium terpusat.
Meningkatkan skala solusi yang telah terbukti, termasuk tes urin di tempat perawatan untuk orang yang hidup dengan HIV, dan tes kompleksitas rendah atau sedang di dekat tempat perawatan untuk orang dengan dan tanpa HIV, secara kolektif dapat digunakan untuk menutup kesenjangan diagnostik di semua tingkatan sistem kesehatan.
Upaya tersebut dapat membantu memajukan target global untuk akses universal terhadap pengujian TB dan resistensi obat, mengurangi keterlambatan dalam memulai pengobatan, dan mengekang penularan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak negara-negara untuk mempercepat tindakan untuk mengakhiri tuberkulosis dan memperluas akses ke layanan penyelamatan jiwa dengan menggunakan inovasi baru.




