Darilaut – Lebih dari 840 orang meninggal dunia dan hilang akibat badai siklon (cyclonic storm) atau siklon tropis Senyar yang mendarat dan menghantam Sumatra bagian utara pekan lalu. Korban meninggal dunia dan hilang ini di Aceh, Sumatra Utara (Sumut) dan Sumatra Barat (Sumbar).
Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi mencapai 442 jiwa, dan 402 jiwa masih dinyatakan hilang.
Tim gabungan BNPB, TNI/Polri, Basarnas, kementerian/lembaga serta pemerintah daerah terus bekerja mempercepat operasi pencarian, pertolongan, logistik, dan pembukaan akses wilayah terdampak.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., menyampaikan perkembangan terkini penanganan bencana di wilayah tersebut melalui konferensi pers yang digelar di Pos Pendukung Nasional, Bandara Silangit, Tapanuli Utara, 30 November 2025.
Di Sumatera Utara tercatat 217 jiwa meninggal dunia, setelah tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) kembali menemukan korban yang kemarin dinyatakan hilang. Korban meninggal dunia ini tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias.




