LIPI Berbagi Cara Publikasi Jurnal Ilmiah Internasional Bereputasi

Survei kelautan. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Menulis untuk jurnal internasional memiliki banyak kriteria yang harus dikuasai terlebih dahulu oleh peneliti.

Untuk itu, perlu mempelajari teknis penulisan ilmiah dan format yang ada, termasuk artikel-artikel terbaru yang diterbitkan jurnal internasional.

Peneliti Pusat Penelitian Biomaterial Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI) Dede Heri Yulianto mengatakan, jurnal internasional bereputasi menengah dan tinggi merupakan terbitan berkala ilmiah yang memenuhi kriteria jurnal internasional.

Jurnal ini memiliki kriteria tambahan terindeks oleh pangkalan data internasional bereputasi, seperti Scopus dan Web of Science.

Teknik penulisan ilmiah harus diperhatikan agar dapat terbit di jurnal ilmiah internasional bereputasi menengah dan tinggi.

“Membaca sebanyak-banyaknya jurnal terkait bidang kita, pelajari cara menuliskan kalimat-kalimat, mulai dari alur introduction hingga discussion. Pelajari kapasitas data yang tampil dan dimuat dalam artikel tersebut. Perhatikan bagaimana artikel jurnal yang diterbitkan dengan mempelajari istilah baru di bidang kita, khususnya dari artikel-artikel terbaru untuk mencontoh formatnya,” kata Dede, seperti dikutip dari laman Lipi.go.id, Minggu (18/10).

LIPI melalui Pusat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan serta Institut Teknologi Batam (ITEBA) dan Batam Tourism Polytechnic (BTP) dengan komisi VII DPR RI melaksanakan Webinar Workshop Publikasi di Jurnal Internasional Bereputasi Menengah dan Tinggi, Sabtu (17/10).

Workshop Jurnal ini bagian dari kegiatan Dapil Komisi VII sebagai mitra kerja LIPI yang diperuntukkan bagi Dosen di ITEBA dan BTP.

Menurut Dede, pengelolaan referensi menggunakan mendeley di mulai dari cara menginstal mendeley.

Kemudian, menghubungkannya dengan microsoft word, memahami fitur mendeley desktop, mengunduh artikel, membuat sitasi dan daftar pustaka.

Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko, mengatakan, pandemi ini mengajarkan kita bahwa jarak tidak menjadi masalah. Begitupula dengan lokasi tidak menjadi masalah, yang membedakan hanya bagaimana kita mampu menelurkan berbagai kreativitas, inovasi dan invensi yang bisa memberikan konstribusi untuk masyarakat.

Menurut Handoko, LIPI siap memfasilitasi, baik melalui berbagai fasilitas yang ada atau berkolaborasi secara online.

“Pandemi ini bisa menjadi opportunity yang harus kita manfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, sehingga kita bekerja lebih baik, lebih efisien dan pada akhirnya bisa memberikan konstribusi untuk bangsa,” ujarnya.

Pembina Yayasan Vitka sekaligus pendiri ITEBA dan BTP Asman Abnur, mengatakan, LIPI menjadi sebuah institusi yang banyak menghasilkan karya yang bermanfaat untuk negeri. Banyak hal yang bisa dikerjakan bersama LIPI di masa mendatang. Seperti kerjasama research jurnal internasional.

LIPI bisa menjadi motor untuk mengekspos jurnal nasional menjadi jurnal internasional yang sudah diakui dunia, jadi tidak tergantung pada negara lain.

Menurut Asman, Batam tidak hanya menjadi kota industri tapi juga menjadi destinasi pendidikan yang bertaraf nasional.

Sebelumnya, Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah (PDDI) LIPI telah menyediakan layanan referensi ilmiah yang dapat diakses dari rumah. Layanan secara gratis ini dapat diakses melalui http://isjd.pdii.lipi.go.id.

Selain itu, terdapat Referensi Ilmiah Nasional (RIN) dataset dari LIPI yang dapat diakses melalui alamat https://data.lipi.go.id/dataverse/lipi.

LIPI menyediakan rujukan referensi ilmiah yang dapat diakses dari rumah, untuk memasyarakatkan IPTEK di masa pandemik virus corona penyebab penyakit Covid-19.

Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI, I Made Sudiana mengatakan, penelitian tetap bisa dilaksanakan dari rumah namun harus direncanakan dengan baik.

Penelitian dari rumah dapat dimulai dari hal-hal sederhana, tanpa menyampingkan sumber informasi yang baik bagi penelitian kita. Situasi ini justru mengasah kreativitas seseorang dalam penelitian.

Exit mobile version