Darilaut – Bencana tanah longsor menewaskan empat warga di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (19/11). Peristiwa ini terjadi di Desa Pagentan, Kecamatan Pagentan.
Selain korban meninggal, satu warga mengalami luka-luka dan tiga lainnya mengungsi.
Semua warga yang meninggal dunia telah berhasil dievakuasi tim gabungan, Sabtu (20/11). Warga yang selamat, mengungsi sementara waktu di Kantor Kecamatan Pagentan.
Tanah longsor juga berdampak pada kerusakan dua rumah warga. Kejadian tersebut berlangsung di Desa Pagentan, Kecamatan Pagentan, Banjarnegara.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama TNI, Polri, Basarnas dan organisasi lain telah melakukan penanganan darurat di lokasi bencana, seperti evakuasi dan pertolongan, distribusi logistik maupun pembersihan material longsor.
BPBD telah mendistribusikan bantuan logistik berupa perlengkapan tidur, mandi dan makanan kepada warga yang mengungsi.
Untuk pembersihan material longsor, BPBD bersama dinas terkait menurunkan alat berat di lokasi kejadian. Tim gabungan dalam penanganan darurat tanah longsor terdiri dari BPBD Kabupaten Banjarnegara, TNI, Polri, Basarnas, pemerintah desa dan kecamatan Pagentan, PMI, Tagana, RAPI, FPRB Bagentan, relawan dan masyarakat.
Sementara itu, banjir bandang melanda Desa Karyamekar, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa barat, Jumat (19/11). Laporan tim BPBD, banjir yang terjadi berlokasi jauh dari pemukiman warga. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Meski tidak ada jorban jiwa, banjir bandang menimbulkan longsoran dan memutus akses jalan menuju Kawah Darajat. Lahan pertanian warga juga dilaporkan terendam banjir.
BPBD bersama tim gabungan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan kaji cepat dan pendataan kemungkinan adanya kerugian lain.
BPBD Kabupaten Banyuwangi melaporkan sebanyak 53 unit rumah warga terendam banjir. Banjir ini melanda Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (19/11).
Terdapat 53 KK terdampak dengan ketinggian air pada saat terjadi banjir berkisar antara 50 – 60 sentimeter.
BPBD Kabupaten Banyuwangi segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna melakukan penganganan dan kaji cepat di lapangan. penyiapan bantuan juga tengah dilakukan bagi para warga terdampak.
Banjir dan tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur Kamis (18/11). Terdapat lima kecamatan terdampak yakni Kecamatan Ende Timur, Kecamatan Ende Selatan, Kecamatan Ende Tengah, Kecamatan Ende Utara dan Kecamatan Ndona.
BPBD Kabupaten Ende melaporkan terdapat satu warga mengalami luka berat dan telah mendapatkan perawatan di RSUD Ende. Selain itu, sebanyak 247 unit rumah terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 120 sentimeter.
BPBD Kabupaten Ende menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan lintas instansi terkait.
Penyedotan rumah warga yang terendam banjir dengan menggunakan pompa air telah dilakukan, sehingga kondisi terkini banjir berangsur surut di beberapa titik. Pemberian bantuan kepada warga terdampak juga terlah dilakukan dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar.
Melihat kondisi beberapa wilayah di Indonesia yang mengalami banjir dan longsor, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau untuk para pemangku kepentingan dan pemerintah setempat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi fenomena La Nina.
Selain itu, masyarakat diharapkan dapat mengikuti instruksi dari perangkat daerah setempat apabila dalam kondisi darurat.
