Memerangkap Panas
Wakil Sekretaris Jenderal WMO, Ko Barrett, kepada para jurnalis di Jenewa, mengatakan setiap tambahan satu bagian per juta (ppm) sangatlah berarti karena akan memerangkap lebih banyak panas.
Pada dasarnya, ”kita sedang meningkatkan intensitas panas di lautan dan atmosfer secara drastis. Ini berarti gelombang panas, siklon tropis, dan badai hujan menjadi lebih intens dengan kecepatan yang melampaui apa yang pernah kita alami dalam catatan sejarah,” ujar Barrett.
Yang tak kalah mengkhawatirkan, kadar metana dan dinitrogen oksida—gas rumah kaca berumur panjang yang menempati urutan kedua dan ketiga paling signifikan akibat aktivitas manusia—juga mencapai puncak baru pada tahun 2025.
“Satu tahun berlalu, rekor baru pun tercipta. Gas-gas rumah kaca memerangkap panas dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya di atmosfer, yang menjadi sumber energi bagi cuaca yang lebih ekstrem serta menimbulkan risiko terkait bagi perekonomian dan masyarakat kita,” tegas Barrett.
“Sebelas tahun terakhir merupakan periode terhangat yang pernah tercatat, dan tren ini diperkirakan akan terus berlanjut. CO2 memiliki masa hidup yang sangat panjang, sehingga dampaknya terhadap iklim global tidak hanya akan terasa selama bertahun-tahun, tetapi juga selama beberapa dekade, bahkan berabad-abad ke depan.”



