Darilaut – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) sesi 1 hingga sesi 12 berlangsung di 74 pusat UTBK perguruan tinggi negeri (PTN) dan 32 sub pusat UTBK PTN.
Selama pelaksanaan ujian tersebut, panitia menemukan sejumlah kecurangan, salah satunya di Gorontalo.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, menjelaskan lokasi kecurangan terjadi pada pusat UTBK atau asal SMA peserta dan pilihannya juga di provinsi lain atau pulau lainnya.
”Contoh yang bersangkutan lulusan SMA di Semarang, pilihan prodi (program studi) di UTBK memilih UI dan UGM. Ujiannya di Medan atau daftar ujian di Gorontalo. Apakah ini salah, tidak salah. Selama bisa dibuktikan tidak salah,” kata Eduart saat konferensi pers, pada Selasa (29/4).
Contoh di Gorontalo ada yang seperti ini, ”setelah kami lacak ternyata yang bersangkutan itu lulusan dari pondok pesantren yang ada di Jawa, kemudian ada semacam, setelah lulus ada satu tahun itu wajib untuk mengabdi,” ujarnya.
Peserta ini mengambil pengabdian di Gorontalo, mengajar di pondok di Gorontalo, ketika pelaksanaan UTBK mendaftar di Gorontalo dan ujian di Gorontalo, meskipun pilihannya ada di Jawa.
”Tapi yang anomali seperti ini ditempat lain begitu kita dapatkan dan kita umumkan di hari kedua dan ketiga sudah tidak datang,” ujar Eduart.




