Rabu, Oktober 28, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Lonjakan Karbon Dioksida Bersamaan dengan Fenomena El Niño

redaksi
28 Oktober 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Lonjakan Karbon Dioksida Bersamaan dengan Fenomena El Niño

FOTO: WMO

Darilaut – Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan lonjakan karbon dioksida (CO2) yang mencapai rekor tertinggi akan berdampak pada kita selama berabad-abad.

Pertumbuhan karbon dioksida telah meningkat tiga kali lipat sejak tahun 1960-an, dari rata-rata kenaikan tahunan sebesar 0,8 ppm per tahun menjadi 2,4 ppm per tahun dalam dekade antara 2011 hingga 2020.

Menurut pejabat ilmiah senior WMO, Oksana Tarasova, lonjakan luar biasa –sebesar 3,5 ppm–  pada periode 2023-2024 terjadi bersamaan dengan fenomena El Niño yang kuat.

Laju pertumbuhan yang lebih moderat dari tahun 2024 hingga 2025 mencerminkan pemulihan penyerap karbon di daratan (land carbon sinks) serta berkurangnya emisi karbon akibat kebakaran pada tahun 2025, menyusul peristiwa El Niño yang kuat pada 2023/2024.

Peristiwa ini sempat menurunkan efisiensi biosfer akibat meningkatnya kekeringan, vegetasi yang lebih kering, serta lebih banyaknya kebakaran hutan dan lahan.

Namun, menurut Tarasova, peningkatan tahunan sebesar 2,8 ppm tetap merupakan penambahan karbon yang substansial ke atmosfer akibat pembakaran bahan bakar fosil. Kita dapat memperkirakan peningkatan konsentrasi lebih lanjut pada tahun 2026, yang disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil serta munculnya fenomena El Niño yang kuat —yang akan berdampak pada penyerap karbon di daratan, sebagaimana yang terjadi pada tahun 2023/2024.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: El NiñoEmisi gas rumah kacaKarbon DioksidaWMO
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Masa Hidup Sulfur Heksafluorida di Atmosfer Lebih Dari 1.000 Tahun, Memiliki Potensi Pemanasan Global

Postingan Terkait

Gas Rumah Kaca Mencapai Rekor Tertinggi

Masa Hidup Sulfur Heksafluorida di Atmosfer Lebih Dari 1.000 Tahun, Memiliki Potensi Pemanasan Global

28 Oktober 2026
Gas Rumah Kaca Mencapai Rekor Tertinggi

Gas Rumah Kaca Mencapai Rekor Tertinggi

28 Oktober 2026

Keberadaan Teripang di Balik Mosaik Habitat Lamun Teluk Tomini

Titik Panas Terbanyak Masih Kalimantan, Asap Menyelimuti Sumatera, Sulawesi, Maluku dan Papua

Pekan Literasi Media dan Informasi Global: Tepat Waktu, Terarah, Mudah Diakses dan Berbasis Sains

Kondisi Kering di Indonesia Dibarengi dengan Curah Hujan

Alumni ITK Unhas Darwis Ismail Terpilih Sebagai Ketua Umum ISKINDO 2026-2031

El Niño yang Kuat Tidak Harus Berujung Bencana Kemanusiaan

TERBARU

Lonjakan Karbon Dioksida Bersamaan dengan Fenomena El Niño

Masa Hidup Sulfur Heksafluorida di Atmosfer Lebih Dari 1.000 Tahun, Memiliki Potensi Pemanasan Global

Gas Rumah Kaca Mencapai Rekor Tertinggi

Keberadaan Teripang di Balik Mosaik Habitat Lamun Teluk Tomini

Titik Panas Terbanyak Masih Kalimantan, Asap Menyelimuti Sumatera, Sulawesi, Maluku dan Papua

Pekan Literasi Media dan Informasi Global: Tepat Waktu, Terarah, Mudah Diakses dan Berbasis Sains

AmsiNews

REKOMENDASI

Menentukan Awal Bulan Hijriah

Sejarah Pertama di Indonesia, Ekspedisi Pinisi Arungi Laut 136 Hari dan 3400 Mil

Gelombang Panas Masih Melanda Asia dan Asia Tenggara, Suhu Maksimum Capai 52°C

Maskapai Membatalkan Penerbangan, Topan Shanshan Melewati Selatan Jepang

Tambak Berbasis Ekosistem Dapat Memanen Udang Sekaligus Bandeng dan Kepiting Bakau

Tahun 2025 Rekor Baru Kandungan Panas Laut di Kawasan Asia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.