Dari sisi akademik, Prof. Dr. Lely Arrianie, Guru Besar LSPR Institute of Communication and Business mengatakan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan masyarakat.
“Literasi digital bukan sekadar kemampuan teknis, tapi juga kemampuan kritis dan sosial untuk memahami konteks di balik informasi yang beredar. Kolaborasi antara pemerintah, BUMN, media, dan komunitas literasi digital menjadi kunci memperkuat ketahanan masyarakat,” ujarnya.
Disamping itu, pemerintahan Prabowo yang baru berjalan 1 tahun ini rawan diganggu dengan segala bentuk hoaks, baik dalam pelaksanaan dan fungsi kepemimpinan, kebijakan yang mungkin dianggap tidak sensitif rakyat.
”Masalah hukum, politik, ekonomi dan pendidikan, maupun pada aspek pertahanan keamanan. Karena itu para elit komunikasi hendaknya melek literasi dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” kata Prof. Lely.
Diskusi ini dihadiri oleh jurnalis, akademisi, dan komunitas literasi digital, serta menjadi bagian dari upaya Mafindo untuk memperkuat ruang publik yang lebih sehat dan berbasis fakta di Indonesia.




