Materi hari pertama memaparkan dasar-dasar literasi AI, etika, dan tanggung jawab digital, serta cara memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas organisasi. Hari kedua membawa peserta lebih jauh pada kontribusi AI dalam dunia advokasi, mitigasi risiko deepfake, hingga percepatan pembuatan alat bantu berbasis teknologi yang relevan bagi kebutuhan komunitas.
Pelatihan intensif ini diikuti oleh kurang lebih 100 peserta dari berbagai organisasi dan komunitas nasional, mulai dari organisasi perempuan, komunitas lingkungan, organisasi riset, komunitas digital, hingga organisasi yang bergerak pada isu edukasi dan advokasi sosial. Dengan latar belakang yang beragam, seluruh peserta dipersatukan oleh kebutuhan yang sama: bagaimana meningkatkan kapasitas organisasi mereka agar tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman.
Di luar ruang kelas, para peserta juga menunjukkan optimisme bahwa AI bukan hanya teknologi futuristik, tetapi alat kerja yang harus digunakan saat ini. Banyak peserta melihat bahwa inovasi berbasis AI dapat membantu mereka memperluas jangkauan kampanye publik, merancang program yang lebih tepat sasaran, dan menyampaikan informasi yang lebih akurat kepada masyarakat. Pemanfaatan teknologi yang cerdas juga diharapkan dapat mengurangi beban administratif dan memungkinkan para pegiat komunitas fokus pada strategi dan dampak.




