Minggu, November 1, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Magma Gunung Anak Krakatau Lebih Basaltik dan Panas

redaksi
16 September 2026
Kategori : Berita
0
Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

Letusan Gunung Anak Krakatau, pada Sabtu (5/9). GAMBAR: CopernicusEU

Salah satu upaya untuk memperkuat pemahaman tersebut dilakukan melalui penelitian terhadap kondisi sistem magma di bawah Krakatau.

Peneliti Ahli PRKG BRIN, Aditya Pratama, menjelaskan hasil penelitiannya mengenai “Magma Storage Conditions Beneath Krakatau, Indonesia: Insight from Geochemistry and Rock Magnetism Studies”, yang telah dipublikasikan dalam Frontiers in Earth Science pada 2023.

Aditya mengatakan bahwa Krakatau merupakan sistem gunung api dengan sejarah aktivitas yang panjang. Salah satu peristiwa terbesar terjadi pada 27 Agustus 1883 ketika letusan mencapai VEI (Daya Ledak Vulkanik) 6 dan memicu tsunami yang menyebabkan lebih dari 36.000 korban jiwa di kawasan Selat Sunda.

Dalam sejarah geologinya, sistem Krakatau diketahui telah mengalami sedikitnya dua caldera-forming eruption atau letusan pembentukan kaldera, yakni sekitar abad ke-5 atau 6 dan pada 1883 M.

Dinamika aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan risiko bagi kawasan sekitarnya.

Dampaknya dapat berkaitan dengan keselamatan masyarakat pesisir dan aktivitas pelayaran di Selat Sunda.

Pemahaman mengenai perubahan sistem magma di bawah gunung api tersebut diperlukan untuk memperkuat mitigasi risiko bencana geologi dan pengembangan sistem peringatan dini.

Halaman 2 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Aditya PratamaAdrin TohariBRINCopernicus EropaGunung Anak KrakatauMagma Gunung Anak KrakatauSelat Sunda
Bagikan238Tweet149KirimKirim
Previous Post

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

Next Post

Gunung Anak Krakatau Lahir 1927 Memiliki Kedalaman Dapur Magma Lebih Dari 7 Km

Postingan Terkait

Satelit Sentinel-6 Ambil Alih Pengukuran Permukaan Laut Global

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

31 Oktober 2026
Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

31 Oktober 2026

250 juta Hektare Daratan dan Perairan Dalam Proses Pemulihan

Topan Super In-fa Terletak di Dekat Kepulauan Mariana Utara

El Niño Sangat Kuat Mendorong Kekeringan, 4349 Titik Panas di Kalteng, Papua Selatan dan Sumsel

Hujan Lebat Membayangi Kondisi Panas dan Kekeringan

Media Siber Tetap Dituntut Menjaga Akurasi Informasi di Tengah Dominasi Media Sosial dan Penggunaan AI

Ekonomi Kreatif Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja

Next Post
Dinasti Krakatau, Letusan 100 Ribu Tahun Lalu Membelah Jawa dan Sumatera

Gunung Anak Krakatau Lahir 1927 Memiliki Kedalaman Dapur Magma Lebih Dari 7 Km

TERBARU

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

250 juta Hektare Daratan dan Perairan Dalam Proses Pemulihan

Siti Asiyah Sang Pejuang Iman Dari Sungai Nil

Topan Super In-fa Terletak di Dekat Kepulauan Mariana Utara

El Niño Sangat Kuat Mendorong Kekeringan, 4349 Titik Panas di Kalteng, Papua Selatan dan Sumsel

AmsiNews

REKOMENDASI

Tropical Storm Surigae to Strengthen in the Philippine Sea

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

Tol Laut untuk Pulau-pulau Kecil dan Terpencil di Teluk Tomini

Bencana yang Berhubungan dengan Air Meningkat

Badai Tropis Kembar Ma-On dan Tokage Terbentuk di Lingkar Pasifik

Puluhan Rumah dan Kantor Rusak Akibat Gempa Halmahera Selatan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.