Rabu, September 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Magma Gunung Anak Krakatau Lebih Basaltik dan Panas

redaksi
16 September 2026
Kategori : Berita
0
Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

Letusan Gunung Anak Krakatau, pada Sabtu (5/9). GAMBAR: CopernicusEU

Dalam webinar turut memberikan materi Prof. Sebastian Watt dari University of Birmingham mengenai “Historical Context and Future Development of Anak Krakatau” serta Semeidi Husrin, Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Kebencanaan Geologi mengenai “Data dan Fakta Monitoring 24 Jam Potensi Tsunami Krakatau dengan IDSL/PUMMA”.

Konsentrasi Sulfur Dioksida

Gunung Anak Krakatau memasuki periode aktivitas erupsi berkelanjutan pada 4 September 2026 yang berlangsung selama sekira 25 jam.

Anak Krakatau adalah gunung berapi aktif di Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra.

Sebaran sulfur dioksida. FOTO: European Union, Copernicus Sentinel-5P imagery

Citra yang ada dalam gambar, dihasilkan menggunakan data dari satelit Copernicus Sentinel-5P pada 6 September 2026, memperlihatkan peningkatan konsentrasi sulfur dioksida (SO₂) yang terkait dengan erupsi tersebut.

Awan gas dan abu membentang sejauh ratusan kilometer ke arah barat di atas Samudra Hindia, dengan konsentrasi lebih tinggi divisualisasikan dalam nuansa warna merah.

Kemampuan pemantauan atmosfer Copernicus Sentinel-5P mendukung deteksi dan pelacakan emisi gas serta abu vulkanik—yang merupakan bahaya bagi keselamatan penerbangan—serta mendukung penilaian kualitas udara dan studi iklim.Eksplorasi Ilmu Atmosfer

Satelit Copernicus Sentinel-2 juga berhasil menangkap citra letusan Gunung Anak Krakatau. Rekaman kolom erupsi tersebut membubung hingga ketinggian sekitar 15 km, tulis dari Copernicus Eropa melalui akun X @CopernicusEU.

Halaman 3 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Aditya PratamaAdrin TohariBRINCopernicus EropaGunung Anak KrakatauMagma Gunung Anak KrakatauSelat Sunda
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

Postingan Terkait

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

16 September 2026
7 Tim Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Program Kreativitas Kemdiktisaintek

1.613 Mahasiswa Baru UNG Dapat Dukungan Program Kartu Indonesia Pintar 2026

16 September 2026

Tim SAR Gabungan Masih Melakukan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Kemenhub Terbitkan Notice to Mariners KMP Virgo Transport 8, 129 Orang Masih Dalam Pencarian

Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM, Mendiktisaintek: Kemudahan Akses Informasi Harus Diimbangi Kemampuan Berpikir Kritis

Guncangan Maksimum Gempa Laut Flores M 7,7 Capai Skala VII MMI

Gempa Flores Memasuki Fase Peluruhan, Tercatat 15.722 Susulan

Hasil Survei Tsunami Gempa Laut Flores M 7,7 NTT Tertinggi Capai 2,68 Meter

TERBARU

Magma Gunung Anak Krakatau Lebih Basaltik dan Panas

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

1.613 Mahasiswa Baru UNG Dapat Dukungan Program Kartu Indonesia Pintar 2026

Tim SAR Gabungan Masih Melakukan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Kemenhub Terbitkan Notice to Mariners KMP Virgo Transport 8, 129 Orang Masih Dalam Pencarian

Menjadi Fasih Itu Bukan Soal Banyaknya Kata yang Dikuasai

AmsiNews

REKOMENDASI

Manajemen Hiu Paus di Beberapa Negara

Konferensi Perubahan Iklim Mengeluarkan Peringatan Keras Ancaman Disinformasi

LIPI Fasilitasi Pembuatan Obat Tradisional

Museum Zoologicum Bogoriense Belum Mengoleksi Lebah Raksasa Wallace

386 Spesies Ikan Menelan Plastik

Tsunami di Marana-Donggala Tidak Menerjang Pesisir

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.