Darilaut – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) aktif dalam pendampingan kepada masyarakat untuk mensosialisasikan pentingnya konservasi air tanah di Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Olele dikenal memiliki taman laut yang berperan untuk konservasi perairan dan tempat wisata bahari di perairan Teluk Tomini.
Sebagai destinasi wisata bahari dengan keindahan terumbu karang, Olele sangat bergantung pada air tanah untuk kebutuhan rumah tangga, irigasi, dan sektor pariwisata.
Namun, pemahaman masyarakat mengenai konservasi air tanah masih minim. Untuk itu, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UNG menggelar program edukasi dan solusi atas permasalahan konservasi air tanah.
Edukasi ini dalam bentuk kegiatan “Sosialisasi dan Pelatihan Pemberdayaan dalam Upaya Konservasi Air Tanah di Kawasan Geowisata Olele untuk Pengembangan Berkelanjutan Geopark Teluk Tomini”.
Sebelum melakukan kegiatan tersebut, tim pengabdian KKN dengan skema PKM UNG telah menganalisis kualitas dan kuantitas air tanah di Olele.
Dengan melibatkan warga masyarakat, tim PKM melakukan sosialisasi konservasi air tanah dan pelatihan modul konservasi, serta praktik pembuatan lubang resapan biopori dan sumur resapan dengan metode modern.
Sosialisasi yang berlangsung pada minggu kedua September bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konservasi air tanah.
Hal ini untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan Geopark Teluk Tomini.
Ketua Tim Pengabdian, Ninasafitri, mengatakan program pembuatan lubang resapan biopori membantu mempercepat peresapan air ke dalam tanah, sekaligus mengolah sampah organik menjadi kompos.
“Praktik ini merupakan langkah nyata untuk menjaga keberlanjutan air tanah di wilayah Desa Olele,” ujarnya.
Biopori bermanfaat untuk meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan, mencegah banjir, serta menjaga ketersediaan air tanah secara berkelanjutan.
Sementara sumur resapan berfungsi untuk menampung dan menyimpan air hujan, mencegah intrusi air laut di daerah pesisir, serta menjaga keseimbangan air tanah.
