Sebanyak 17 mahasiswa yang terdiri dari 7 laki-laki dan 10 perempuan akan menjalankan sejumlah kegiatan terstruktur di masyarakat, mulai dari pelatihan pengolahan eceng gondok, penyuluhan media komunikasi, hingga pendampingan dalam memasarkan produk lokal.
Mereka juga akan melibatkan warga dalam praktik langsung, sehingga keterampilan tersebut bisa diterapkan secara mandiri.
Kualitas Kesehatan
Sementara itu, melalui program Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) mahasiswa UNG melaksanakan kegiatan di Desa Dimito, Kabupaten Boalemo untuk memperkuat kualitas kesehatan masyarakat.
Upaya tersebut ditunjukan mahasiswa dengan memberikan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Sosialisasi Pencegahan Stunting melalui 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Lingkungan yang diikuti kader kesehatan di Desa Dimito.
Dalam sosialisasi kesehatan, dr. Sri Manovita Pateda, Ph.D, menjelaskan pentingnya peran masyarakat, dalam penerapan 5 Pilar STBM sebagai kunci utama mencegah stunting.
Tanpa dukungan masyarakat, upaya pencegahan stunting akan kurang efektif, karena stunting tidak hanya soal gizi, tetapi juga terkait erat dengan sanitasi dan kebersihan lingkungan, kata Sri Manovita.
Menurut Sri Manovita, sanitasi bukan sekadar urusan infrastruktur, tetapi juga perilaku. Stunting tidak hanya soal kekurangan gizi, akan tetapi erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan. Mulai dari stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, hingga pengelolaan air dan limbah yang benar sangat memengaruhi status kesehatan dan gizi anak.




