Darilaut – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mendampingi Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Desa Biawu, Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, pada Sabtu (13/6).
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap warga yang terdampak bencana serta wujud sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah dalam mendukung upaya penanganan dan pemulihan pascabencana.
Bantuan yang disalurkan terdiri dari kebutuhan pokok dan perlengkapan dasar yang dibutuhkan masyarakat.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung kepada warga terdampak agar dapat segera dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo Rusli W. Nusi melalui Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Gorontalo, Abd. Karim A. Rauf, mengatakan, keterlibatan berbagai pihak dalam penanganan bencana merupakan bentuk nyata semangat gotong royong yang sangat dibutuhkan dalam mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana.
Perwakilan salah satu mahasiswa Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi UNG mengatakan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan kepada warga yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana banjir bandang.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat serta memberikan semangat bagi warga untuk bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa.
Selain mendampingi proses penyaluran bantuan, BPBD Provinsi Gorontalo juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait dalam mendukung upaya rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.
Masyarakat Desa Biawu menyambut baik bantuan yang diberikan dan mengucapkan terima kasih kepada mitra UNG dan BPBD Provinsi Gorontalo atas perhatian serta dukungan yang diberikan.
Melalui kolaborasi ini diharapkan semangat kepedulian dan kebersamaan terus terjaga sehingga proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Gorontalo Utara dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan berkelanjutan.
