Selanjutnya, ada Program Tampan (Tanam Ketapang). Kegiatan ini melibatkan masyarakat dalam upaya penghijauan dengan menanam pohon ketapang di area yang berisiko terkena banjir.
Pohon Ketapang dipilih karena daya tahan dan manfaat ekologisnya dalam mengurangi laju air, kata Desy.
Menurut Desy PPK Ormawa juga mengimplementasikan program 2Bio (Biopori dan Biokonversi). Kegiatan ini dengan membuat lubang biopori untuk mempercepat resapan air dan mengolah sampah organik menjadi kompos melalui biokonversi.
Selain itu, ada program Jalur Tikus (Jalur Titik Evakuasi) yang menyediakan jalur evakuasi dan titik aman bagi warga sebagai langkah antisipasi evakuasi dalam situasi banjir.
Kencana menjadi program inti dengan membentuk kelompok mitigasi bencana berbasis masyarakat.
Kelompok ini bertugas untuk mengedukasi, serta memberikan arahan mengenai langkah-langkah penanganan bencana banjir dengan optimal, ujarnya.




