Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti muda UNG hadir dengan solusi brilian yang mengusung konsep ekonomi sirkular. Mereka berhasil menyintesis material komposit dari fly ash (abu terbang) dan zeolit sebagai media penyerap (adsorben) limbah yang efektif sekaligus ekonomis.
Tim peneliti mengusung pendekatan ekonomi sirkular dengan memanfaatkan fly ash, limbah hasil pembakaran batu bara dari industri, yang dikombinasikan dengan zeolit untuk menghasilkan material komposit berdaya serap tinggi.
Pendekatan ini dengan memanfaatkan limbah untuk mengatasi persoalan limbah lainnya. Fly ash yang selama ini kurang termanfaatkan diolah menjadi material fungsional yang mampu mengadsorpsi senyawa pencemar organik dalam limbah cair tahu.
“Melalui proses sintesis komposit fly ash–zeolit, adsorben yang dihasilkan terbukti mampu mereduksi nilai BOD dan COD secara signifikan, sehingga berpotensi menekan dampak pencemaran air,” kata Nola.
Selain efektif, teknologi ini dinilai lebih ekonomis dan mudah diaplikasikan oleh pelaku usaha kecil menengah.
Penggunaan bahan baku dari limbah industri menjadikan biaya produksi relatif rendah, sekaligus memberikan nilai tambah pada material yang sebelumnya dianggap tidak bernilai. Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya berorientasi pada perlindungan lingkungan, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi.




