Melalui penyuluhan yang dilakukan, masyarakat diberikan pemahaman mengenai cara penularan tuberkulosis, gejala yang perlu diwaspadai, pentingnya pemeriksaan sejak dini, hingga kepatuhan menjalani pengobatan sampai tuntas.
Edukasi juga menekankan pentingnya menghilangkan stigma terhadap penyintas TBC, agar masyarakat tidak ragu memeriksakan diri ketika mengalami gejala.
Pengetahuan masyarakat merupakan kunci utama dalam memutus rantai penularan TBC. Karena itu kami berupaya memberikan edukasi yang mudah dipahami, sekaligus mendorong masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala, kata Taufik.
Selain penyuluhan, mahasiswa turut mendampingi tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo dan Puskesmas Talaga Jaya, dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, hingga skrining kesehatan sebagai langkah promotif dan preventif, untuk mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini.
Dosen Pembimbing Lapangan, Vivien Novarina A. Kasim, mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan implementasi nyata peran perguruan tinggi, dalam mendukung program prioritas kesehatan nasional.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah desa, dan UNG menjadi model sinergi yang efektif dalam memperkuat transformasi layanan kesehatan primer.




