Jumat, Mei 1, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Malam Ini Komet Langka Tsuchinshan-ATLAS Menghampiri Bumi, Dapat Dilihat dengan Mata Telanjang

redaksi
12 Oktober 2024
Kategori : Berita
0
Malam Ini Komet Langka Tsuchinshan-ATLAS Menghampiri Bumi, Dapat Dilihat dengan Mata Telanjang

Tim Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) berhasil mengamati Komet C/2023 A3 (Tsuchinshan-ATLAS), salah satu komet paling dinantikan di tahun ini, pada Selasa, 1 Oktober 2024. FOTO: OAIL ITERA

Pertengahan Oktober ini Posisi komet akan berada dekat dengan cakrawala barat.

Mengutip Blogs.nasa.gov yang ditulis oleh Lane Figueroa dari Pusat Penerbangan Luar Angkasa Marshall, Huntsville, Alabama, meskipun Komet Tsuchinshan-ATLAS akan berada di posisi ideal untuk dilihat dari belahan bumi selatan, pengamat di atas khatulistiwa memiliki peluang bagus.

Astronom NASA Bill Cooke, yang memimpin Meteoroid Environment Office at NASA’s di Huntsville, Alabama, menyarankan untuk memilih sudut pandang gelap tepat setelah malam penuh.

Kemudian, melihat ke barat daya, kira-kira 10 derajat di atas cakrawala. Identifikasi konstelasi Sagitarius dan Scorpio. Tsuchinshan-ATLAS harus terlihat di konstelasi tersebut.

Pada 14 Oktober, komet mungkin tetap terlihat di titik tengah antara bintang terang Arcturus dan planet Venus.

Setelah berada dalam jarak terdekat dengan Bumi, pada awal November, komet akan hilang lagi selama 800 abad ke depan.

Sangat tidak mungkin Tsuchinshan-ATLAS akan terlihat di siang hari, kecuali mungkin saat senja, kata Cooke.

“Biasanya, sebuah komet harus mencapai magnitudo –6 hingga –10 untuk terlihat di siang hari,” kata Cooke. “Itu sangat langka.”

Data terbaru memperkirakan kecerahan Tsuchinshan-ATLAS antara 2 dan 4. Sebagai perbandingan, bintang paling terang yang terlihat di langit malam, Sirius, memiliki magnitudo –1,46.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Fenomena LangitKometKomet C/2023 A3 Tsuchinshan-ATLASKomet Tsuchinshan-ATLASNASAObservatorium Tsuchinshan
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Drifter BMKG Berperan Mengumpulkan Data Cuaca Laut dan Prediksi Cuaca Maritim

Next Post

Tumbuhan Air Memiliki Nilai Ekonomi Tinggi dan Ramah Lingkungan

Postingan Terkait

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

30 April 2026
Telah Ditemukan 21 Spesies Baru Kepiting di Hutan Mangrove Timika

Mangrove Dapat Menyerap logam berat Merkuri

30 April 2026

Mangrove Biofilter Alami Mengurai Limbah Budidaya Laut

ENSO dan IOD Kondisi Netral, Monsun Australia Melemah

Waspada Hujan Ringan dan Lebat di Berbagai Wilayah Indonesia

Ekosistem Laut Saling Terhubung

Pengurus AMSI Kepri 2025–2028 Dilantik

Krisis Selat Hormuz, IMO: Kapal dan Pelaut Jadi Alat Tawar-Menawar

Next Post
Tumbuhan Air Memiliki Nilai Ekonomi Tinggi dan Ramah Lingkungan

Tumbuhan Air Memiliki Nilai Ekonomi Tinggi dan Ramah Lingkungan

TERBARU

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

Mangrove Dapat Menyerap logam berat Merkuri

Mangrove Biofilter Alami Mengurai Limbah Budidaya Laut

ENSO dan IOD Kondisi Netral, Monsun Australia Melemah

Waspada Hujan Ringan dan Lebat di Berbagai Wilayah Indonesia

Ekosistem Laut Saling Terhubung

AmsiNews

REKOMENDASI

Hewan Seperti Alien Terdampar di Pesisir Laut

Badai Goni dan Atsani Berpengaruh pada Gelombang Laut

Aksi Kolektif untuk Laut

Topan Kajiki Mendarat di Vietnam

Peneliti Ajak Pelajari Kelomang, Hewan Kecil Indikator Kesehatan Lingkungan Laut

Siklon Tropis Goni Mulai Tumbuh di Samudera Pasifik

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.