Darilaut – Sejumlah warga yang tinggal di daerah pesisir Tambakrejo, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang, Jawa Tengah, mulai merasakan manfaat kalender rob buatan tim dari Departemen Oseanografi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (Undip).
Melalui kalender rob yang difasilitasi tim Pengabdian Masyarakat Iptek Bagi Desa Binaan Undip (IDBU) tersebut, masyarakat dapat mengantisipasi dan memprediksi terjadinya rob.
Dalam laman undip.ac.id, adanya kalender rob, kini masyarakat dapat dengan mudah memprediksi kapan terjadi, seberapa tinggi genangan air dan berapa lama durasi rob tersebut berlangsung.
Selain itu, kalender ini menampilkan bagaimana kondisi level air genangan. Sehingga bisa dilakukan upaya antisipasi oleh warga itu sendiri, dengan menyiapkan barang-barang atau menyelamatkan sebagian perabot rumah tangga agar tidak tergenang air.
Bencana banjir pasang yang dikenal dengan istilah rob merupakan suatu peristiwa di alam yang disebabkan dinamika tinggi muka laut yang berpotensi merugikan dan mengganggu kehidupan.
Bencana rob relatif sulit dihindari. Bencana ini umumnya disebabkan naiknya muka laut yang berlebihan, hingga mengenangi daratan.
Dengan adanya kalender rob, manfaat lain yang dirasakan warga adalah ketika akan melangsungkan acara-acara sosial, keagamaan, bahkan acara resepsi pernikahan.
Warga dapat melihat kalender rob untuk menentukan waktu yang tepat, sehingga tidak bersamaan dengan terjadinya rob.
Pada pertengahan September lalu, tim IDBU FPIK Undip kembali melakukan updating data Kalender Rob 2020 di Kelurahan Tanjung Mas. Sosialisasi dilakukan kepada para warga dan tokoh masyarakat, serta ketua kolompok masyarakat.
Ketua Tim IDBU Undip, Prof Dr Denny Nugroho Sugianto, mengatakan, acara ini bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang tangguh terhadap bencana pesisir di Kelurahan Tanjungmas, Semarang, akibat bencana banjir pasang (rob) yang setiap saat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Kegiatan ini sebagai salah satu wujud Universitas Diponegoro dalam mengimplementasi agenda pemerintah, yaitu tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dengan tujuan goals SDGs 13 (climate action) dan 17 (partnerships for the goals).
Agenda ini untuk menguatkan implementasi dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan yang berkelanjutan.
Ketua RT 04 RW 16 yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Manunggal Bahari, Suratno, mengatakan, kelender rob sangat bermanfaat dan membantu warga. Kalender ini menjadi pedoman untuk menentukan acara-acara yang diselenggarakan di kampung.
Menurut ketua RW 16 Tambakrejo Tanjungmas, Slamet Riyadi, Kalender rob yang dibuat tim IDBU Undip sejak tahun 2018-2020 sangat bermanfaat dan membantu warga dalam kehidupan sehari-hari yang tidak luput dari kejadian rob yang datang setiap saat.
Anggota tim Dr Muhammad Helmi, mengatakan, kalender rob mempunyai 2 versi, yaitu digital dan manual (bentuk kalender biasa). Untuk bentuk digital, aplikasi Kalender Rob berbasis android bisa di download melalui Play Store.
Aplikasi ini menampilkan kondisi ketinggian air, di mana dalam satu hari terdapat informasi level air tertinggi dan level air terendah dalam satuan meter.
Data ditampilkan setiap jam dan setiap hari secara langsung. Terdapat informasi level air apakah masih dalam kondisi ketinggian aman, waspada 1, waspada 2 dan siaga.
Selain itu, informasi kalender masehi dan jawa, serta informasi posisi bulan. Saat ini, aplikasi kalender rob baru menyajikan data di daerah Kota Semarang dan sekitarnya.
Selanjutnya, tahap pengembangan untuk seluruh pantai utara Jawa Tengah dan akan terus dikembangkan ke daerah-daerah yang rawan terhadap bencana banjir pasang.
Pengembangan teknologi digital banjir pasang berupa kalender rob berbasis android dapat menjadi salah satu alternatif solusi yang efektif bagi masyarakat di area terpapar. Kemudian, aktivitas perdagangan industri dan jasa, serta pemerintah daerah untuk melakukan mitigasi.
Kalender rob digital dapat memberikan data dan informasi mengenai kapan tanggal dan jam terjadi rob sesuai dengan perhitungan Kalender Masehi dan perhitungan Kalender Jawa.
Kalender ini memberikan data dan informasi kuantitatif tingginya muka air dan durasi kejadian rob di wilayah tersebut.
