Markhor, Kambing Liar Bertanduk Spiral yang Hampir Terancam Punah

Markhor, spesies kambing liar yang berasal dari daerah pegunungan di Asia Tengah dan Selatan. FOTO: Adobe Stock/JackF/UN.ORG

Darilaut – Markhor saat ini hampir terancam punah. Kambing liar yang yang berasal dari daerah pegunungan Asia Tengah dan Selatan itu jumlah individu dewasa di dunia sekitar 5.700.

Markhor (Capra falconeri) adalah spesies ikonik dan penting secara ekologis yang ditemukan di Afghanistan, India, Pakistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan.

Spesies ini dengan tanduk berbentuk spiral dengan panjang (hingga 63 inci). Tanduknya mengesankan, berputar berlawanan arah jarum jam.

Markhor bertanduk melebar (C. f. falconeri) terdapat di Afghanistan, Pakistan, dan India; markhor bertanduk lurus (C. f. megaceros) hidup di Afghanistan dan Pakistan; dan markhor Bukhara (C. f. heptneri) terdapat di Afghanistan, Tajikistan, Uzbekistan, dan Turkmenistan. Semua subspesies dianggap terancam punah hingga sangat terancam punah.

Markhor Memiliki nilai ekologis, budaya, dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Namun, keberadaan spesies ini terancam karena hilangnya habitat, perburuan ilegal, dan perubahan iklim.

Hewan nasional Pakistan ini beradaptasi dengan medan pegunungan, antara ketinggian 600 dan 3.600 m, dengan hutan terbuka, semak belukar, dan hutan ringan.

Dunia memperingati Hari Markhor Internasional (International Day of the Markhor) tanggal 24 Mei, setiap tahunnya. Perserikatan Bangsa-Bangsa mendorong kerja sama internasional dan regional untuk mendukung upaya konservasi spesies ikonik ini.

Markhor termasuk dalam Daftar Merah Spesies Terancam Punah Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), dan telah dimasukkan dalam Lampiran I Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Fauna dan Flora Liar yang Terancam Punah sejak tahun 1992. Pada tahun 2014 dikategorikan sebagai “hampir terancam punah” (near threatened).

Selain nilai ekologisnya, markhor adalah spesies berharga yang berkontribusi pada ekonomi lokal.

Melestarikan markhor dan habitat alaminya merupakan keharusan ekologis dan peluang signifikan untuk meningkatkan ekonomi regional, mendorong upaya konservasi, dan mempromosikan pariwisata berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi, serta upaya konservasi akan bermanfaat bagi ekosistem.

Majelis Umum PBB memproklamasikan 24 Mei sebagai Hari Markhor Internasional, A/RES/78/278, dan kami merayakannya untuk pertama kalinya pada tahun 2024.

Exit mobile version