Mohammed Qurban adalah CEO Pusat Margasatwa Nasional Arab Saudi, yang bekerja sama dengan Pusat Nasional Pengembangan Tutupan Vegetasi dan Pemberantasan Desertifikasi untuk memulihkan flora dan fauna di darat dan di air.
“Sangat penting bagi kita untuk menjaga keanekaragaman hayati, karena sangat terkait dengan kehidupan manusia,” ujar Qurban.
Program pemuliaan dan vaksinasi hewan membantu mengembalikan spesies ke daerah terpencil, kata Qurban, mengutip keberhasilan dalam membangun kembali kijang Arab.
“Saat kami melepaskan kijang di wilayah utara, seorang tetua mengatakan bahwa sudah 100 tahun mereka tidak terlihat di wilayah tersebut,” katanya.
“Sekarang kita bisa melihat lebih dari empat generasi di utara, jadi kita berada di jalur yang bagus untuk kijang.”
Arab Saudi berharap programnya untuk memperkenalkan kembali hewan ke alam liar akan mendorong kembalinya spesies ikonik lainnya, seperti macan tutul Arab yang terancam punah.
Membangun kembali predator juga memerlukan populasi kembali mangsanya, termasuk sejenis kambing gunung yang disebut Nubian ibex, hewan berkuku kecil lainnya yang disebut tahr Arab, mamalia kecil seperti hyrax batu dan kelinci, serta burung dan serangga darat.
Untuk mendukung semua spesies ini diperlukan lahan sehat, tanah subur, dan tumbuh-tumbuhan yang luas.




