Darilaut – Setelah wilayah Hong Kong porak-poranda, Topan Super (Super Typhoon) Saola melintasi Makau, Sabtu (2/9).
Saola diperkirakan akan mendarat di pesisir Sanzao dan Nanshui. Jalur lintasan yang ditampilkan layanan satelit Zoom.earth menempatkan topan ini diperkirakan akan mendarat di wilayah pesisir tersebut.
Selama enam jam terakhir, menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC), Saola terletak 30 km tenggara Hong Kong, dan telah bergerak ke barat dengan kecepatan 17 km per jam (9 knot). Selanjutnya, Saola akan melewati 22 km selatan Hong Kong.
Dalam beberapa hari ke depan, JTWC memperkirakan Saola akan berputar berlawanan arah jarum jam di atas Hainan. Kemudian bergerak ke timur laut kembali ke Laut Cina Selatan.
Kemungkinan lainnya, Saola akan menghilang sebelum 5 hari ke depan.
Topan Saola saat ini membawa gelombang dengan tinggi signifikan maksimum 14,6 meter (48 feet).
Menurut Observatorium Hong Kong Topan Super Saola mendekat ke pantai Guangdong Jumat dan bergerak melintasi sekitar Muara Sungai Mutiara pada malam hari.
Di wilayah setempat, cuaca berawan dan sesekali turun hujan lebat. Angin menguat secara bertahap dan hujan menjadi lebih sering.
Curah hujan lebih dari 80 milimeter tercatat di sebagian besar wilayah, kata Observatorium. Angin mencapai kekuatan badai di banyak tempat pada malam hari.
Pita hujan yang terkait dengan Saola akan terus mempengaruhi pantai Guangdong saat ini. Cuaca akan berangin disertai hujan lebat di seluruh wilayah.
Saola mulai meninggalkan wilayah Hong Kong secara bertahap. Angin melemah di bagian timur wilayah tersebut.
Namun, kekuatan badai destruktif dan angin topan Saola masih mempengaruhi Hong Kong, kata Observatorium.
Sinyal Badai, No. 10 diperkirakan akan tetap berlaku untuk beberapa waktu.
Melansir Xinhua, Daerah Administratif Khusus Makau telah mendeklarasikan “keadaan pencegahan segera” pada Jumat sore saat Topan Saola mendekat.
Biro Meteorologi dan Geofisika Makau mengibarkan Sinyal No. 8, tingkat tertinggi ketiga, dan mengeluarkan peringatan gelombang badai berwarna oranye pada Jumat pukul 14.00 waktu setempat.
Sekolah setempat menunda pembukaan semester baru yang biasanya dijadwalkan pada hari pertama bulan September.
Tiga jembatan lintas laut ditutup. Bus secara bertahap menghentikan layanannya pada sore hari. Layanan feri dibatalkan. Sebanyak 106 penerbangan dibatalkan di Makau.
Penduduk setempat disarankan untuk tetap tinggal di dalam rumah. Banyak yang mengantri di supermarket dan toko makanan pada Jumat pagi untuk membeli kebutuhan sehari-hari.
Sejauh ini, pasokan air dan listrik di kota tersebut masih beroperasi normal.
Sumber: Zoom.earth/JTWC, Hong Kong Observatory, dan Xinhua (English.news.cn)
