Menurut Pusat Penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kelelawar bermanfaat untuk lingkungan. Dengan adanya kelelawar, memungkinkan adanya jenis tanaman lain.
Populasi kelelawar di Indonesia terus menyusut. Ini terjadi karena perburuan manusia dan hilangnya habitat kelelawar seperti di gua-gua di kawasan karst.
Pada 2011 lalu, LIPI bekerja sama dengan peneliti di seluruh dunia yang tergabung dalam Unit Penelitian Konservasi Bat Asia Tenggara (SEABCRU) menyelenggarakan International South Bat Asian Conference.
Konferensi kelelawar ini menghadirkan 85 peneliti dari 20 negara di kawasan Asia dan Amerika. Para peneliti membahas berbagai aspek mulai dari taksonomi hingga solusi untuk habitat kelelawar yang semakin sempit.
Keberadaan kelelawar di Olibu selain untuk mempertahankan lingkungan setempat, juga dapat dikembangkan sebagai lokasi ekowisata. Model pengembangan bisnis alternatif yang tepat dan ramah lingkungan ini untuk menghindari degradasi mangrove dan hilangnya kelelawar di lokasi tersebut.
Untuk mencapai Desa Olibu, dapat ditempuh dengan kendaraan darat melintasi Trans Sulawesi, kemudian ke Paguyaman Pantai. Waktu yang dibutuhkan ke lokasi ini dari Kota Gorontalo, selama tiga jam.
Selain di Olibu, habitat kelelawar di Kabupaten Boalemo berada di Pulau Mohupomba. Lokasi habitat kelelawar lainnya di Teluk Tomini berada di Desa Tomoli Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.*





Komentar tentang post