Sabtu, Agustus 1, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita Laporan Khusus

Tsunami di Marana-Donggala Tidak Menerjang Pesisir

redaksi
17 Oktober 2018
Kategori : Laporan Khusus
0
Wani Donggala

Gempa dan tsunami didekat Pelabuhan Wani, Donggala. FOTO: DARILAUT.ID

Donggala – Tsunami yang terjadi pascagempa 7,4 SR yang terjadi pukul 18.02.44 Wita di Marana, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, tidak menerjang persisir dan pemukiman setempat.

“Setelah gempa, saya tidak mengungsi,” kata Mohamad Dong, warga Marana kepada Darilaut.id. ”Saya pergi ke bibir pantai, mengamati pergerakan air laut.”

Air laut naik, tapi tidak membentuk gelombang yang menerjang pantai. Dong mengilustrasikan kenaikan air laut di Marana, seperti orang yang meletakkan batu pada tempayan.

“Air naik seperti itu, kemudian kembali pada posisi semula,” ujar Dong.

Yang diilustrasikan Dong ini, mirip dengan teori Archimides.

Karena itu, rumah di Desa Marana bukan rusak karena tsunami. Tapi sebagian besar rusak akibat gempa dahsyat.

Di Marana, menurut Dong, terdapat beberapa lokasi yang mengalami pergeseran, baik itu di pantai dan di laut.

Rumpon (tempat berkumpulnya plankton dan ikan-ikan kecil) yang di lepas di perairan tersebut, sudah tidak terlihat lagi.

Tali pada rumpon tidak tegak lurus. Di permukaan, terdapat kira-kira panjang tali 100 meter yang membuat rumpon ini mengikuti arus dan gelombang laut.

“Dua rumpon ini sudah tidak terlihat lagi, masuk ke dalam laut,” kata Dong.

Dong mengatakan, di desa Marana, bagian selatan posisi tetap seperti semula. Tapi bagian utara agak anjlok atau bergeser.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Donggala-Palugempa. tsunami
Bagikan19Tweet5KirimKirim
Previous Post

Gempa Donggala, Air Berwarna Hitam Muncrat dari Lantai

Next Post

Petugas KKP Tenggelamkan Bangkai Paus Sperma

Postingan Terkait

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

6 April 2024
Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

6 April 2024

Melaut Saat Cuaca Ekstrem Nelayan Harus Punya Mental Kuat

Nelayan Pahlawan Pangan Dari Komoditi Ikan

Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

Misteri Emas “Dudangata” di Cagar Alam Panua

Agar Gurita Tak Menghilang di Banggai Laut

Gurita Selimut Betina Ditemukan di Perairan Pohuwato, Gorontalo

Next Post
Paus sperma

Petugas KKP Tenggelamkan Bangkai Paus Sperma

Komentar tentang post

TERBARU

El Niño Masih Dapat Mengalami Penguatan

BMKG Pantau 1.729 Titik Panas di Sejumlah Wilayah di Indonesia

Potensi Hujan dan Angin Kencang di Indonesia

Topan Super Dolphin Pertahankan Kekuatan Menuju Selatan Jepang

Dampak Kekeringan, Lebih Dari 5 Ribu Orang Kesulitan Air Bersih di Provinsi Gorontalo

Kekeringan Meluas di Provinsi Gorontalo, Tim Penanggulangan Bencana Salurkan Air Bersih di 3 Kabupaten

AmsiNews

REKOMENDASI

Peneliti UNG: Dana Desa Belum Efektif Tingkatkan Ketahanan Pangan di Provinsi Gorontalo

Indonesia Negara Pertama di Dunia yang Memiliki Bagan Pemisahan Alur Laut

Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Pulau Nipah

Sebagian Benar, Klaim Muhaimin Soal Ketimpangan Ekonomi karena Kekayaan 100 Orang Setara di Atas 100 Juta Jumlah Penduduk

Malakas Tumbuh Jadi Badai Tropis Parah di Laut Filipina

Topan Kong-rey Melemah Menjadi Badai Tropis di Laut Cina Timur

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.