Sabtu, September 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Mempertahankan Ribuan Kelelawar di Kawasan Mangrove Olibu, Teluk Tomini

redaksi
7 November 2018
Kategori : Berita
0
Kelelawar

Salah satu spesies kelelawar. FOTO: DOK. LIPI

KAWASAN mangrove di Desa Olibu bukan hanya memiliki fungsi ekologis dan ekonomis bagi warga setempat. Mangrove yang berada di Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo ini sebagai habitat kelelawar (kalong).

Olibu terletak di Teluk Tomini. Di desa ini terdapat pasir putih yang memanjang satu kilo meter lebih. Kawasan mangrove ini tidak jauh dari pasir putih yang dikenal dengan sebutan “Pasir Panjang”.

Bagi warga Desa Olibu, kelelawar yang hidup dan menetap di pepohonan mangrove ini tidak diganggu.

“Sejak dulu kelelawar ini hidup di pohon mangrove di Olibu,” kata tokoh pemuda Olibu-Paguyaman Pantai Helmi Rasid.

Hingga kini belum ada penelitian khusus kelelawar oleh para ahli di lokasi itu. Ribuan kelelawar yang hidup di kawasan mangrove ini belum banyak dikenal luas.

Olibu, Teluk Tomini
Sebagian Pasir Panjang dan kawasan mangrove di pantai Olibu. FOTO: DARILAUT.ID

Helmi mengatakan, warga Desa Olibu menjaga dan melindungi kelelawar ini di habitat mangrove. Karena itu, kelelawar tetap ada dan berkembang dalam jumlah banyak.

Namun, ada juga yang menangkap kelelawar ini. Kelelawar yang ditangkap kemudian dijual kepada penampung. Pemerintah Desa Olibu melarang penangkapan kelelawar ini.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BoalemoKelelawarLIPIteluk tomini
Bagikan29Tweet8KirimKirim
Previous Post

Paus Pembunuh Palsu, Melon dan Spinner Dolphin Melintasi Kupang

Next Post

Ikan yang Makan Mikroplastik Membahayakan Manusia

Postingan Terkait

KKP Tetapkan Kawasan Konservasi di Maluku Tengah Seluas 683.826,89 Hektare

KKP Tetapkan Kawasan Konservasi di Maluku Tengah Seluas 683.826,89 Hektare

19 September 2026
Topan Dujuan Akan Mendekati Tokyo

Topan Dujuan Akan Mendekati Tokyo

19 September 2026

Tren Negatif Cadangan Air Daratan Terus Berlanjut

Banjir dan Kekeringan Pecahkan Rekor Lima Tahun Terakhir

Peneliti UNG Dorong Perbaikan Regulasi Dampak Tambang di Pesisir Provinsi Gorontalo dan Transparansi Dokumen Lingkungan

Peneliti UNG Menyoroti Praktik Pertambangan di Provinsi Gorontalo, Lingkungan Pesisir Memburuk Manfaat Ekonomi Minim

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

Next Post
Sampah plastik

Ikan yang Makan Mikroplastik Membahayakan Manusia

Komentar tentang post

TERBARU

KKP Tetapkan Kawasan Konservasi di Maluku Tengah Seluas 683.826,89 Hektare

Topan Dujuan Akan Mendekati Tokyo

Tren Negatif Cadangan Air Daratan Terus Berlanjut

Banjir dan Kekeringan Pecahkan Rekor Lima Tahun Terakhir

Peneliti UNG Dorong Perbaikan Regulasi Dampak Tambang di Pesisir Provinsi Gorontalo dan Transparansi Dokumen Lingkungan

Peneliti UNG Menyoroti Praktik Pertambangan di Provinsi Gorontalo, Lingkungan Pesisir Memburuk Manfaat Ekonomi Minim

AmsiNews

REKOMENDASI

Tim Ekspedisi Nusantara Jaya Bantu Sarana Pariwisata dan Kesehatan di Pulau

Tips Melihat Bulan Saat Festival Pertengahan Musim Gugur 2025 di Hong Kong

4 Tips Merencanakan Liburan Menyelam yang Berkelanjutan

Viral, Kapal Pesiar Asing Lego Jangkar Rusak Karang

Wahana Antariksa Rusia Pernah Jatuh di Gorontalo Tahun 1981

Membuktikan Teori Newton dan Einstein Melalui Peristiwa Gerhana Matahari

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.