Memulihkan Garis Pantai Melalui Regenerasi Mangrove Alami di Demak

Struktur permeabel dengan pertumbuhan kembali mangrove secara alami di pesisir Demak, Jawa Tengah. FOTO: WITTEVEEN+BOS/Building with Nature in Demak

Darilaut – Program Wetlands International bersama mitra mempublikasikan “Building with Nature in Indonesia: Restoring an eroding coastline and inspiring action at scale (2015-2021).”

Terbitan ini merupakan sebuah publikasi komprehensif yang merangkum intervensi dan mekanisme inovatif yang digunakan dalam proyek unggulan Building with Nature Indonesia di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Melalui program ini, Indonesia menjadi pionir dalam pergeseran solusi berbasis alam, dalam hal ini bekerja sama dalam merancang solusi infrastruktur air. Indonesia telah menyiapkan tempat untuk meningkatkan Building with Nature di tempat lain.

Membangun Alam di Indonesia: Memulihkan garis pantai yang terkikis dan tindakan inspiratif dalam skala besar (2015-2021)” merangkum wawasan dan intervensi implementasi melalui pendekatan Building with Nature antara tahun 2015 dan 2021.

“Publikasi ini diilustrasikan dengan gambar-gambar menakjubkan dan wawancara dengan mitra, termasuk dengan komunitas yang memainkan peran sentral,” tulis Global Mangrove Alliance dalam Newsletter, edisi 22 April 2022.

Di pesisir Kabupaten Jawa Tengah, sering dilanda erosi, banjir, dan hilangnya lahan yang merusak.

Program Wetlands International mendorong regenerasi alami mangrove di sepanjang 20 kilometer garis pantai sekaligus merevitalisasi perikanan budidaya.

Ecoshape bersama pemerintah Indonesia dan mitra lainnya telah mendorong regenerasi alami mangrove di sepanjang 20 kilometer garis pantai. Hal ini untuk menghentikan erosi pantai sekaligus merevitalisasi perikanan budidaya.

Pekerjaan ini melibatkan teknik seperti menjebak lumpur di belakang struktur permeabel sementara untuk menstabilkan garis pantai. Hal ini memungkinkan mangrove untuk berbiji dan tumbuh, serta pengenalan praktik budidaya yang ramah lingkungan.

Selain intervensi teknik, tim terlibat secara mendalam dengan masyarakat lokal, lembaga pemerintah, dan institusi pendidikan untuk mengatasi akar penyebab kerusakan pesisir. Kemudian memberikan solusi dan manfaat bagi masyarakat pesisir.

Di luar restorasi lanskap, kegiatan ini telah mendukung peningkatan di tempat lain di Indonesia melalui pelatihan, pertukaran pengetahuan, penanaman kelembagaan, dan mendorong kolaborasi multi-disiplin dan multi-sektoral.

Pendekatan pengetahuan dan mekanisme yang digunakan dalam pembelajaran di Demak dapat mendukung replikasi di sepanjang pantai utara Jawa lainnya, di mana jutaan orang menghadapi kehilangan lahan produktif.

Selain itu, diharapkan pekerjaan ini menginspirasi serta membantu pemulihan hutan mangrove untuk melindungi masyarakat dan meningkatkan mata pencaharian lokal untuk pulau-pulau lainnya di Indonesia. Juga untuk memulihkan garis pantai yang lebih luas di Asia dan secara global.

Kisah sukses di sepanjang pantai utara Jawa tersebut, diharapkan sebagai pembelajaran bagi wilayah lain di Indonesia yang lebih luas, dan bagian lain dunia.

Sumber: Global Mangrove Alliance dan Wetlands.org (Wetlands International)

Exit mobile version