Darilaut – Kawasan Asia Tenggara sebagai rumah bagi hampir sepertiga dari semua hutan mangrove. Indonesia sendiri mencakup hampir 20% kawasan hutan mangrove tersebut.
Berdasarkan peta global yang dikembangkan tim Global Mangrove Watch (GMW), yang sejak 2019 bekerja sama dengan Global Mangrove Alliance (GMA), telah memberikan wawasan yang bermanfaat untuk luas hutan mangrove itu sendiri.
Peta tersebut menunjukkan bahwa di tahun 2016 terdapat 136.000 km2 hutan mangrove di seluruh dunia.
Peta GMW resolusi tinggi ini juga melacak perubahan dari waktu ke waktu dan menunjukkan bahwa tingkat rata-rata hilangnya hutan mangrove kini melambat di seluruh dunia. Meski demikian, dalam 20 tahun sebelum 2016, menunjukkan kehilangan bersih sekitar 4,3% hutan mangrove.
Di samping kehilangan yang terus-menerus, peta ini juga menunjukkan semakin banyak lokasi di mana hutan mangrove sedang berkembang, mengisi daerah sedimen baru atau area di dalam pulau, termasuk sebagai akibat dari naiknya permukaan air laut.
Mengingat detail yang komprehensif dan cakupan temporalnya, peta GMW telah dipilih sebagai himpunan data hutan mangrove resmi oleh Program Lingkungan PBB untuk pelaporan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 6.6.1).
Negara-negara yang tidak memiliki sistem pemantauan hutan mangrove nasional sendiri disarankan untuk menggunakan peta ini.





Komentar tentang post