Rabu, September 9, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Mengapa Gempa Dahsyat Terjadi di Sarangani, Phivolcs: Ada Palung Cotabato dan Patahan Lokal

redaksi
9 Juni 2026
Kategori : Berita
0
Gempa Dahsyat di Lepas Pantai Sarangani Filipina Selatan Memicu Gelombang Tsunami 1 Meter

Gempa Bumi Lepas Pantai Sarangani Berkekuatan Magnitudo 7,8 pada hari Senin 8 Juni 2026 dan gempa susulan hingga pukul 12.00 siang. GAMBAR: PHIVOLCS

“Ini masih dalam proses validasi,” kata Mariano.

Ada 18 kematian yang sedang divalidasi di provinsi Sarangani dan Kota General Santos, keduanya di Wilayah 12, dan tiga di South Cotabato.

OCD belum merilis angka kerusakan yang disebabkan oleh gempa kuat tersebut.

Dampak Gempa Sarangani di Indonesia

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, mengatakan, gempa yang berada di lepas pantai Sarangani, Mindanao itu berdampak tsunami di sebagian wilayah Indonesia.

“Hasil pemantauan BMKG, terjadi kenaikan tinggi muka air laut di sejumlah wilayah, di antaranya Loloda pada 07.20 WIB dengan ketinggian 0,09 m, serta pada pukul 07.27 WIB di Ulu Siau setinggi 0,18 m dan Melonguane setinggi 0,32 m,” kata Faisal di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta (8/6).

Selanjutnya, sensor tide gauge di Tahuna mendeteksi ketinggian air setinggi 0,3 m pada pukul 06.58 WIB, disusul wilayah Paleleh yang mencatat ketinggian 0,45 m pada pukul 07.34 WIB, serta Tanjung Sidupa yang merekam 0,32 m pada pukul 07.39 WIB.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalamannya, gempa ini berjenis dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Kerusakan di Sangihe dan Talaud

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.160 jiwa mengungsi dan 94 kepala keluarga terdampak.

Halaman 3 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: BMKGBNPBFilipina SelatanGempa SaranganiPhivolcstsunami
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Gempa Sarangani di Filipina Selatan Merusak 100 Rumah dan Gedung di Sangihe dan Talaud

Next Post

General Santos Paling Parah Terkena Dampak Gempa Sarangani di Mindanao

Postingan Terkait

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

9 September 2026
Dentuman Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Erupsi Rabu Dini Hari

9 September 2026

BMKG Pastikan Ruang Udara dan Area Landasan Bandara Aman Dari Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi

Sejumlah Bandara Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mulai Dibuka

Sejumlah Wilayah di Indonesia Terdampak Abu Vulkanik dan Asap Karhutla

Tiga Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG Ikut Lomba Penulisan Puisi, Monolog dan Lukis Tingkat Nasional

27 Mahasiswa UNG Siap Tampil Dalam Lomba Pekan Seni Mahasiswa Nasional di Universitas Jember

Next Post
General Santos Paling Parah Terkena Dampak Gempa Sarangani di Mindanao

General Santos Paling Parah Terkena Dampak Gempa Sarangani di Mindanao

TERBARU

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Erupsi Rabu Dini Hari

BMKG Pastikan Ruang Udara dan Area Landasan Bandara Aman Dari Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi

Sejumlah Bandara Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mulai Dibuka

Sejumlah Wilayah di Indonesia Terdampak Abu Vulkanik dan Asap Karhutla

AmsiNews

REKOMENDASI

Meningkatkan Konsumsi Ikan Rakyat Indonesia

FTIK UHT Gali Potensi Ahli Muda Kelautan

Bibit Siklon Tropis 93S Berada di Selatan Bali

Bagi Yang Terinfeksi Virus Corona Tak Disarankan Konsumsi Klorokuin

Upwelling Berperan Penting dalam Mendukung Pertumbuhan Fitoplankton

Malnutrisi Faktor Risiko Utama di Kalimantan Utara, Gorontalo dan Papua

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.