“Ini masih dalam proses validasi,” kata Mariano.
Ada 18 kematian yang sedang divalidasi di provinsi Sarangani dan Kota General Santos, keduanya di Wilayah 12, dan tiga di South Cotabato.
OCD belum merilis angka kerusakan yang disebabkan oleh gempa kuat tersebut.
Dampak Gempa Sarangani di Indonesia
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, mengatakan, gempa yang berada di lepas pantai Sarangani, Mindanao itu berdampak tsunami di sebagian wilayah Indonesia.
“Hasil pemantauan BMKG, terjadi kenaikan tinggi muka air laut di sejumlah wilayah, di antaranya Loloda pada 07.20 WIB dengan ketinggian 0,09 m, serta pada pukul 07.27 WIB di Ulu Siau setinggi 0,18 m dan Melonguane setinggi 0,32 m,” kata Faisal di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta (8/6).
Selanjutnya, sensor tide gauge di Tahuna mendeteksi ketinggian air setinggi 0,3 m pada pukul 06.58 WIB, disusul wilayah Paleleh yang mencatat ketinggian 0,45 m pada pukul 07.34 WIB, serta Tanjung Sidupa yang merekam 0,32 m pada pukul 07.39 WIB.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalamannya, gempa ini berjenis dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Kerusakan di Sangihe dan Talaud
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.160 jiwa mengungsi dan 94 kepala keluarga terdampak.




