“Rancangan deklarasi politik, yang dipimpin oleh Australia dan Cabo Verde, berfokus pada konservasi laut dan ekonomi berbasis laut yang berkelanjutan serta mencakup langkah-langkah konkret untuk mempercepat tindakan,” kata Li Junhua, seperti dilansir UN News.
Sebagai tanggapan, pertemuan puncak tersebut berupaya untuk meningkatkan pembiayaan bagi ekonomi biru dan mengangkat solusi yang dipimpin oleh masyarakat.
Di negara-negara kepulauan kecil yang sedang berkembang, laut bukan sekadar mesin ekonomi, tetapi juga jalur kehidupan.
Satu dekade setelah Perjanjian Paris yang menetapkan target untuk membatasi pemanasan global, UNOC3 mendorong untuk menempatkan laut di pusat aksi iklim — bukan sebagai renungan, tetapi sebagai medan perang garis depan.
“UNOC3 membahas krisis yang saling terkait yang dihadapi lautan kita,” kata Li.
Pertemuan puncak tersebut juga bertujuan untuk bersifat inklusif, menyoroti suara-suara yang sering dikesampingkan di forum-forum global, seperti perempuan, masyarakat adat, nelayan, dan masyarakat pesisir.
“Kelompok-kelompok ini adalah yang pertama menderita dampak perubahan iklim dan degradasi laut,” ujarnya.
“Tetapi mereka juga pemimpin dan pemecah masalah, jadi mereka harus diberdayakan.”
Momen Penting
Nice bukan sekadar latar belakang yang indah — itu bagian dari cerita. Mediterania menghangat 20 persen lebih cepat dari rata-rata global, menjadikannya apa yang disebut sebagai “titik panas” iklim. Bagi banyak orang, lokasinya hanya mempertajam taruhannya.




