Darilaut – Peneliti paus di Australia menyerukan larangan tur yang memungkinkan orang berenang dengan paus bungkuk (humpback whales). Interaksi itu dinilai mengganggu mamalia laut pada saat migrasi tahunan di lepas pantai timur Australia.
Melansir Abc.net.au, tur berenang dengan paus telah beroperasi di Queensland selama tujuh tahun. Jasa wisata tersebut menawarkan kesempatan kepada pelanggan untuk lebih dekat dengan hewan laut besar tersebut.
Kemunculan paus bungkuk telah menjadi daya tarik utama di pantai Fraser dan Sunshine. Tetapi sebuah studi yang dilakukan oleh lembaga non profit Pacific Whale Foundation telah menemukan bahwa tur tersebut menyebabkan perubahan perilaku yang signifikan pada paus bungkuk.
Pimpinan ahli biologi Pacific Whale Foundation, Stephanie Stack, menjelaskan kekhawatiran tersebut. Yang menjadi perhatian kami, paus bungkuk itu kurang istirahat, karena Teluk Hervey seharusnya menjadi tempat istirahat saat migrasi ke selatan.
“Mereka menghabiskan lebih banyak energi untuk mengubah arah dan memeriksa apa yang terjadi. Paus-paus ini sedang berpuasa dan mereka memiliki sejumlah energi yang mereka butuhkan untuk hidup. Sangat penting kita tidak mengganggu itu,” kata Stack mengutip dari ABC, Kamis (26/8).
Para peneliti mencatat lebih dari 75 tur berenang bersama paus dan 48 tur perahu selama musim mengamati paus dari 2018 hingga 2020.
Temuan mereka cocok dengan data yang dikumpulkan tentang populasi paus di Tonga dan Australia Barat pada 2019.
“Kita perlu memberi ruang bagi paus. Kita harus menjalin hubungan jarak jauh dengan paus,” kata Stack.
Stack mengatakan uji coba di Teluk Hervey tidak mengukur bagaimana aktivitas tersebut berdampak pada paus. Hal ini yang mendorong Pacific Whale Foundation melakukan penelitian sendiri pada 2018.
Ed Gibson yang menjalankan wisata berenang dengan paus dari Hervey Bay Dive Centre, mengatakan paus datang ke perenang dengan cara mereka sendiri. Paus secara alami ingin tahu tentang manusia.
Gibson mengatakan perusahaannya memiliki protokol yang ketat. Ada jarak dari paus dan perenang berada pada tali pelampung untuk berinteraksi dengan paus. Tali pelampung tersebut menghubungkan perenang ke kapal.
Queensland menjadi negara bagian Australia pertama yang mengizinkan orang berenang dengan paus bungkuk. Uji dilakukan selama tiga tahun dimulai 2014.
Pada tahun 2017, pemerintah Queensland menyetujui tur tersebut sebagai kegiatan komersial permanen di Hervey Bay, Situs Warisan Paus pertama di dunia.
Juru bicara Departemen Lingkungan dan Ilmu Pengetahuan Queensland mengatakan operator diatur oleh kode praktik industri pengamatan paus untuk kesejahteraan dan konservasi paus, dan setiap pertemuan harus sesuai dengan persyaratan.
Di bawah Peraturan Konservasi Alam (Hewan) 2020 Bagian 284, menurut juru bicara, perenang tidak boleh masuk ke air dalam jarak 100 meter dari paus, yang merupakan standar nasional.
Sumber: Abc.net.au
