Minggu, Juli 12, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Menghindari Kematian Ikan Budidaya Secara Massal

redaksi
27 Januari 2022
Kategori : Berita
0
Menghindari Kematian Ikan Budidaya Secara Massal

Perubahan iklim menyebabkan penurunan kualitas air dan gagal panen yang berdampak pada jutaan pembudidaya ikan. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Banyak penyakit yang dapat menyebabkan ikan hasil budidaya mengalami kematian massal atau dalam jumlah banyak.

Salah satu penyakit yang bisa memicu kasus tersebut dikenal dengan sebutan bercak merah. Penyakit bercak merah ini disebabkan oleh adanya bakteri Aeromonas hydrophila.

Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjelaskan bahwa penyebab timbulnya bakteri ini di antaranya kondisi stres pada ikan yang dipicu oleh penurunan kualitas air.

Selain itu, kekurangan pakan atau penanganan ikan yang kurang baik. Akibatnya, ikan menjadi rentan terpapar.

Serangan bakteri Aeromonas hydrophila dapat bersifat laten. Terlebih bakteri ini bisa menyerang hampir semua jenis ikan air tawar, khususnya yang dipelihara di tambak bersalinitas rendah.

Tak hanya benih, bakteri ini juga bisa menyerang sang induk dan menyebar begitu cepat.

Alarm bahaya penyakit ditimbulkan oleh bakteri ini semakin besar lantaran ikan yang terpapar tidak memperlihatkan gejala, terutama di tubuhnya.

Untuk menghindari kematian secara massal, penanganan terhadap ikan yang terpapar penyakit ini bisa dilakukan dengan penyuntikan kloramfenikol ke tubuh ikan. Kadar yang diperlukan ialah 20-60 mg/kg.

Tags: BKIPMKKPPenyakit IkanPerikanan budidaya
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Malahengo, Pohon Endemik Gorontalo yang Terancam Punah

Next Post

Peningkatan Karbon Dioksida di Udara Dapat Merusak Terumbu Karang

Postingan Terkait

Topan Super Bavi Mengarah ke Selatan Jepang dan Pantai Timur Cina

Typhoon Bavi Makes Landfall on Yuhuan Coast in East China’s Zhejiang Province

12 Juli 2026
Topan Bavi Mendarat di Pantai Yuhuan Provinsi Zhejiang Cina Timur

Topan Bavi Bawa Hujan Lebat Setelah Mendarat di Pesisir Zhejiang

12 Juli 2026

Topan Bavi Menghantam Okinawa Jepang

17 Orang Tewas Akibat Topan Super Bavi di Filipina

Topan Bavi Menghantam Taiwan, 87 orang terluka dan 14.000 Dievakuasi, 1.456 Pohon Tumbang

Topan Bavi Mendarat di Pantai Yuhuan Provinsi Zhejiang Cina Timur

Saya tinggal di Paris, Saat Gelombang Panas, Kota Cahaya Meredup

Tempat Terpanas di Eropa

Next Post
Terumbu Karang Indonesia Kategori Buruk 33,82 Persen

Peningkatan Karbon Dioksida di Udara Dapat Merusak Terumbu Karang

Komentar tentang post

TERBARU

Typhoon Bavi Makes Landfall on Yuhuan Coast in East China’s Zhejiang Province

Topan Bavi Bawa Hujan Lebat Setelah Mendarat di Pesisir Zhejiang

Topan Bavi Menghantam Okinawa Jepang

17 Orang Tewas Akibat Topan Super Bavi di Filipina

Topan Bavi Menghantam Taiwan, 87 orang terluka dan 14.000 Dievakuasi, 1.456 Pohon Tumbang

Topan Bavi Mendarat di Pantai Yuhuan Provinsi Zhejiang Cina Timur

AmsiNews

REKOMENDASI

Melalui Seni Pertunjukan Cara Teater Peneti Gorontalo Rekrut Anggota Baru

Tiga Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan UNG Meraih Beasiswa Erasmus+

Gempa Garut, 4 Rumah Rusak dan 1 Orang Luka Ringan

Tim UNG Kembangkan Limbah Kulit Nanas Pembasmi Jentik Nyamuk Penyebab DBD

Curah Hujan Awal Tahun 2026 Dipengaruhi La Nina,  Bertahap Menuju Kondisi Netral ENSO

Indonesia Memiliki Luas Perairan Darat 13,3 Juta Ha

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.