Sabtu, Juni 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Peningkatan Karbon Dioksida di Udara Dapat Merusak Terumbu Karang

redaksi
27 Januari 2022
Kategori : Berita
0
Terumbu Karang Indonesia Kategori Buruk 33,82 Persen

Terumbu karang mengalami kerusakan, antara lain, karena pemutihan dan masuk kategori buruk. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Pemanasan global dan peningkatan jumlah karbon dioksida di udara dalam beberapa dekade terakhir telah merusak terumbu karang dunia.

Atmosfer yang lebih hangat meningkatkan suhu air dan karbon dioksida (CO2). Hal ini membuat air laut lebih asam.

Para peneliti telah menemukan bahwa ada ancaman lain terhadap terumbu karang. Karena itu, melindungi konektivitas terumbu karang sangat penting untuk upaya konservasi.

Mengutip dari Phys.org, sebuah tim peneliti yang berafiliasi dengan beberapa entitas di Australia telah menemukan bahwa untuk menyelamatkan terumbu karang dunia, para konservasionis harus melindungi koridor yang menghubungkan mereka.

Dalam makalah yang diterbitkan di jurnal Science, kelompok tersebut menjelaskan studi tentang sumber dan tempat tenggelamnya larva ikan, karang serta koridor penyebaran yang mempromosikan kesehatan dan keragaman di terumbu karang.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa meskipun ada jarak yang sangat jauh antara terumbu karang, masih ada hubungan di antara mereka. Koridor aliran air membawa karang dan larva ikan dari satu terumbu ke terumbu lainnya.

Tidak semua terumbu terhubung secara merata. Untuk lebih memahami hubungan antara konservasi terumbu karang dan koridor laut, para peneliti membagi koridor yang diketahui ke dalam kategori yang berbeda berdasarkan tenggelam dan sumber larva.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Emisi gas rumah kacaKarbon DioksidaPemanasan GlobalPemanasan Lautpenyerap karbonPerubahan IklimTerumbu Karang
Bagikan8Tweet5KirimKirim
Previous Post

Menghindari Kematian Ikan Budidaya Secara Massal

Next Post

Spesiasi Ikan Karang Karena Variasi Frekuensi Kawin

Postingan Terkait

Gempa Sarangani di Filipina Selatan Merusak 100 Rumah dan Gedung di Sangihe dan Talaud

Gempa Sarangani Merusak 249 Rumah dan 26 Fasilitas Umum di Sulawesi Utara

13 Juni 2026
Banjir Rob Merendam Kota Medan dan Batu Bara

Konvensi Barcelona Menandai Keberhasilan Program Laut Regional

13 Juni 2026

UNG Buka Program Akademik Internasional “Teluk Tomini” untuk Mahasiswa Dari Berbagai Negara

Barang Bukti 1.300 Ekor Ikan Napoleon Hidup Dikembalikan ke Habitatnya

Mahasiswi Manajemen UNG Raih Top 5 Finalist International Business Competition di Vietnam

Hujan Signifikan di Sejumlah Wilayah

Prakiraan Iklim ASEAN: Kondisi Suhu dan Curah Hujan di Daratan Asia Tenggara dan Benua Maritim

Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen

Next Post
Spesiasi Ikan Karang Karena Variasi Frekuensi Kawin

Spesiasi Ikan Karang Karena Variasi Frekuensi Kawin

Komentar tentang post

TERBARU

Gempa Sarangani Merusak 249 Rumah dan 26 Fasilitas Umum di Sulawesi Utara

Konvensi Barcelona Menandai Keberhasilan Program Laut Regional

UNG Buka Program Akademik Internasional “Teluk Tomini” untuk Mahasiswa Dari Berbagai Negara

Barang Bukti 1.300 Ekor Ikan Napoleon Hidup Dikembalikan ke Habitatnya

Mahasiswi Manajemen UNG Raih Top 5 Finalist International Business Competition di Vietnam

Hujan Signifikan di Sejumlah Wilayah

AmsiNews

REKOMENDASI

PT Pelindo 3 Bantu Rapid Test Covid-19 di Jawa Timur

Erupsi Semeru, BMKG Pasang Dashboard Cuaca

Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Diguyur Hujan

Badai Fina Melintas Dekat Darwin Australia

KKP Evaluasi Kinerja Observer Kapal Ikan

Eceng Gondok untuk Bahan Lotion Anti Gatal-Gatal

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.