Kamis, Oktober 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Menghindari Kematian Ikan Budidaya Secara Massal

redaksi
27 Januari 2022
Kategori : Berita
0
Menghindari Kematian Ikan Budidaya Secara Massal

Perubahan iklim menyebabkan penurunan kualitas air dan gagal panen yang berdampak pada jutaan pembudidaya ikan. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Banyak penyakit yang dapat menyebabkan ikan hasil budidaya mengalami kematian massal atau dalam jumlah banyak.

Salah satu penyakit yang bisa memicu kasus tersebut dikenal dengan sebutan bercak merah. Penyakit bercak merah ini disebabkan oleh adanya bakteri Aeromonas hydrophila.

Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjelaskan bahwa penyebab timbulnya bakteri ini di antaranya kondisi stres pada ikan yang dipicu oleh penurunan kualitas air.

Selain itu, kekurangan pakan atau penanganan ikan yang kurang baik. Akibatnya, ikan menjadi rentan terpapar.

Serangan bakteri Aeromonas hydrophila dapat bersifat laten. Terlebih bakteri ini bisa menyerang hampir semua jenis ikan air tawar, khususnya yang dipelihara di tambak bersalinitas rendah.

Tak hanya benih, bakteri ini juga bisa menyerang sang induk dan menyebar begitu cepat.

Alarm bahaya penyakit ditimbulkan oleh bakteri ini semakin besar lantaran ikan yang terpapar tidak memperlihatkan gejala, terutama di tubuhnya.

Untuk menghindari kematian secara massal, penanganan terhadap ikan yang terpapar penyakit ini bisa dilakukan dengan penyuntikan kloramfenikol ke tubuh ikan. Kadar yang diperlukan ialah 20-60 mg/kg.

Tags: BKIPMKKPPenyakit IkanPerikanan budidaya
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Malahengo, Pohon Endemik Gorontalo yang Terancam Punah

Next Post

Peningkatan Karbon Dioksida di Udara Dapat Merusak Terumbu Karang

Postingan Terkait

Kenaikan Suhu Berdampak Luas Terhadap Lingkungan dan Berbagai Risiko Iklim

5 Daerah di Provinsi Gorontalo Kategori Awas Kekeringan

22 Oktober 2026
Tiga Mahasiswa IPB Ciptakan Lamun Sebagai Penghambat Kanker Serviks

Gagas Restorasi Padang Lamun di Teluk Tomini Mahasiwa FMIPA UNG Juara 3 Lomba Esai Nasional

22 Oktober 2026

Topan Super Champi Mendekati Timur Taiwan

Bersiap Menghadapi Puncak El Niño

Peristiwa El Niño Tak Bisa Dihentikan, Dampak Terburuk Bagi Manusia Dapat Dicegah

Peristiwa El Niño Bisa Mencapai Kekuatan yang Belum Pernah Terjadi, Melampaui Skala Pemantauan

Fenomena El Niño Kali Ini Sangat Masif Layaknya Bola Penghancur

Super Typhoon Champi Approaches Eastern Taiwan

Next Post
Terumbu Karang Indonesia Kategori Buruk 33,82 Persen

Peningkatan Karbon Dioksida di Udara Dapat Merusak Terumbu Karang

Komentar tentang post

TERBARU

5 Daerah di Provinsi Gorontalo Kategori Awas Kekeringan

Gagas Restorasi Padang Lamun di Teluk Tomini Mahasiwa FMIPA UNG Juara 3 Lomba Esai Nasional

Topan Super Champi Mendekati Timur Taiwan

Bersiap Menghadapi Puncak El Niño

Peristiwa El Niño Tak Bisa Dihentikan, Dampak Terburuk Bagi Manusia Dapat Dicegah

Peristiwa El Niño Bisa Mencapai Kekuatan yang Belum Pernah Terjadi, Melampaui Skala Pemantauan

AmsiNews

REKOMENDASI

BNSP dan UNG Beri Penguatan Kompetensi Mandiri Untuk Dosen

Foto: Terumbu Karang yang Rusak Akibat Siklon Seroja

Cuaca Buruk, Kapal Ikan Nazila 05 Mengalami Patah Haluan dan Tenggelam di Laut Maluku

Maskot Hiu Paus Jantan KPU Provinsi Gorontalo Menghambat Partisipasi Perempuan di Pilkada

PAGASA Filipina Merevisi Sinyal Peringatan Siklon Tropis

Banjir Melanda 10 Kelurahan di Kota Gorontalo

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.