Jumat, Oktober 23, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Menghindari Kematian Ikan Budidaya Secara Massal

redaksi
27 Januari 2022
Kategori : Berita
0
Menghindari Kematian Ikan Budidaya Secara Massal

Perubahan iklim menyebabkan penurunan kualitas air dan gagal panen yang berdampak pada jutaan pembudidaya ikan. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Banyak penyakit yang dapat menyebabkan ikan hasil budidaya mengalami kematian massal atau dalam jumlah banyak.

Salah satu penyakit yang bisa memicu kasus tersebut dikenal dengan sebutan bercak merah. Penyakit bercak merah ini disebabkan oleh adanya bakteri Aeromonas hydrophila.

Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjelaskan bahwa penyebab timbulnya bakteri ini di antaranya kondisi stres pada ikan yang dipicu oleh penurunan kualitas air.

Selain itu, kekurangan pakan atau penanganan ikan yang kurang baik. Akibatnya, ikan menjadi rentan terpapar.

Serangan bakteri Aeromonas hydrophila dapat bersifat laten. Terlebih bakteri ini bisa menyerang hampir semua jenis ikan air tawar, khususnya yang dipelihara di tambak bersalinitas rendah.

Tak hanya benih, bakteri ini juga bisa menyerang sang induk dan menyebar begitu cepat.

Alarm bahaya penyakit ditimbulkan oleh bakteri ini semakin besar lantaran ikan yang terpapar tidak memperlihatkan gejala, terutama di tubuhnya.

Untuk menghindari kematian secara massal, penanganan terhadap ikan yang terpapar penyakit ini bisa dilakukan dengan penyuntikan kloramfenikol ke tubuh ikan. Kadar yang diperlukan ialah 20-60 mg/kg.

Tags: BKIPMKKPPenyakit IkanPerikanan budidaya
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Malahengo, Pohon Endemik Gorontalo yang Terancam Punah

Next Post

Peningkatan Karbon Dioksida di Udara Dapat Merusak Terumbu Karang

Postingan Terkait

Titik Panas Kalteng Terbanyak, Kualitas Udara Palangkaraya Kategori Berbahaya

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

23 Oktober 2026
Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

23 Oktober 2026

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

Partisipan 46 Negara Dibekali Kesiapsiagaan Menghadapi El Niño

5 Daerah di Provinsi Gorontalo Kategori Awas Kekeringan

Gagas Restorasi Padang Lamun di Teluk Tomini Mahasiwa FMIPA UNG Juara 3 Lomba Esai Nasional

Next Post
Terumbu Karang Indonesia Kategori Buruk 33,82 Persen

Peningkatan Karbon Dioksida di Udara Dapat Merusak Terumbu Karang

Komentar tentang post

TERBARU

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

Partisipan 46 Negara Dibekali Kesiapsiagaan Menghadapi El Niño

AmsiNews

REKOMENDASI

Hiu Paus 7,4 Meter Mati di Pesisir Selatan

Mitigasi Tsunami di Selatan Jawa Perlu Diseriusi

Nelayan Filipina yang Hanyut di Gorontalo Utara Dipindahkan ke Imigrasi Manado

Seperti Uni Eropa, Tingkat Kepatuhan Indonesia di IOTC 77 persen

Setelah 3 Minggu Gempa Dahsyat Turki-Suriah

Transfer BBM Ilegal, Bakamla Tangkap Kapal Tanker dan Kargo

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.