Ini berarti tingkat pengurangan tahunan mencapai hampir 6 persen dari tahun 2025 hingga 2035—pengurangan yang jauh lebih ketat dibandingkan dengan yang tercantum dalam laporan penilaian terkini dari Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC).
Namun, laporan tersebut menemukan bahwa jika berbagai negara memulainya tahun ini dan mengikuti lintasan tersebut, terdapat peluang 50 persen untuk kembali ke tingkat pemanasan 1,5°C pada tahun 2100.
Tindakan segera sangatlah krusial; setiap lima tahun emisi karbon dioksida pada tingkat saat ini akan meningkatkan pemanasan sekitar 0,1°C.
Untuk mencapai pengurangan emisi global seperti yang diuraikan di atas, diperlukan peningkatan target sektoral—yang sebenarnya sudah ambisius—sebagaimana ditetapkan dalam Global Stocktake (peninjauan kemajuan global) pertama di bawah Perjanjian Paris.
Menjelang tahun 2035, kapasitas listrik dari sumber terbarukan harus meningkat tiga kali lipat, dan porsi batu bara dalam pasokan energi kita harus berkurang lebih dari separuhnya. Emisi metana—gas rumah kaca yang sangat kuat—harus diturunkan sebesar 25 persen; semua target ini dibandingkan dengan tingkat emisi pada tahun 2025.



