Satelit tersebut dilengkapi dengan perangkat kamera multispectral Line Image Apace Application (LISA) dan telah menghasilkan data citra lebih dari 468 juta kilometer persegi selama periodenya mengorbit.
Satelit yang merupakan hasil kolaborasi dengan IPB ini memiliki resolusi 16 meter dan lebar swath 100 kilometer. Salah satu fungsi utama satelit ini adalah untuk melakukan pemetaan di daerah pertanian Indonesia untuk mendukung kedaulatan pangan Indonesia.
Selain untuk pemantauan daerah pertanian, satelit LAPAN-A3/IPB juga dapat melakukan pemantauan area maritim Nusantara.
Melalui Automatic Identification System (AIS) satelit LAPAN-A3/IPB dapat memantau pergerakan kapal laut. Hingga saat ini telah terkumpul 201 juta data pemantauan pergerakan kapal laut via AIS tersebut.
Selama beroperasi, telah mengumpulkan data citra spacecam sebanyak 7 juta kilometer persegi. Satelit ini juga dilengkapi sensor magnetometer yang digunakan untuk pengamatan medan magnet Bumi yang digunakan untuk memprediksi gempa.
Sensor ini juga telah menghasilkan data pengukuran medan magnet bumi selama 13.651 jam.
Misi Satelit
LAPAN-A3/IPB adalah satelit kedua yang dibuat di Indonesia. Proses desain dilakukan sejak tahun 2013, dan integrasi dilakukan pada 2015-2016 di Pusteksat LAPAN, Bogor.





Komentar tentang post