Darilaut – Indonesia salah satu penyedia sumber daya genetik. Untuk menjaga keamanan dan kelestarian sumber daya genetik tersebut melalui Protokol Nagoya.
Menurut Dr Matsuaki Suzuki dari National Institute of Genetics, Jepang, inovasi penting dalam Protokol Nagoya seperti kewajiban khusus untuk mendukung kepatuhan terhadap undang-undang domestik atau persyaratan peraturan di pihak penyedia sumber daya genetik dan kewajiban pengguna. Hal ini tercermin dalam ketentuan yang disepakati bersama.
Protokol Nagoya adalah perjanjian internasional yang mengatur tentang akses terhadap sumber daya genetik dan pembagian keuntungan yang adil dan seimbang antara pemanfaat dan penyedia sumber daya genetik.
Matsuaki yang juga Director of Industry-University Collaboration and Intellectual Property sekaligus Founder ABS Support Team, mengatakan, semua pihak harus mengambil langkah dengan ketentuan sumber daya genetik yang digunakan di yurisdiksinya dan telah diakses sesuai dengan Prior Informed Consent (PIC) dan Mutually Agreed Terms (MAT) sebagaimana disyaratkan dalam kontrak.
Sebelumnya, Program Studi Doktor Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (SPL) Sekolah Pascasarjana IPB University menggelar kuliah tamu dengan Tema Protokol Nagoya dan Implementasi Access and Benefit Sharing (ABS) dengan mengundang Matsuaki sebagai nara sumber.
Indonesia umumnya adalah penyedia sumber daya genetik. Karena itu, peneliti, akademisi atau mahasiswa di IPB University dan di Indonesia dapat memahami prosedur dan menerapkan Protokol Nagoya.
Mengutip Ipb.ac.id, Matsuaki mengatakan National Institute of Genetics (Jepang) merupakan lembaga yang melayani komunitas ilmiah di Jepang dan dunia. Pelayanan ini dengan menyediakan infrastruktur penelitian.
Antara lain Database Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) atau DNA Data Bank of Japan (DDBJ ), sumber daya hayati dari berbagai organisme eksperimental, dan layanan genomik tingkat lanjut.
DNA Data Bank of Japan telah tergabung dalam International Nucleotide Sequence Database Collaboration (INSDC) dengan database lainnya yaitu National Center for Biotechnology Information (NCBI) dari Amerika Serikat dan EMBL’s European Bioinformatics Institute (EMBL-EBI) dari Eropa.
INSDC atau Kolaborasi Database Urutan Nukleotida Internasional adalah inisiatif yang dioperasikan oleh DDBJ, EMBL-EBI dan NCBI.
INSDC mencakup spektrum pembacaan data mentah melalui penyelarasan dan rakitan hingga anotasi (catatan) fungsional. Hal ini diperkaya dengan informasi kontekstual yang berkaitan dengan sampel dan konfigurasi eksperimental.
