Padahal, keberadaan terumbu karang ini sendiri sangat penting bagi ekosistem laut. Di terumbu karanglah ikan bertelur, beranak-pianak, dan berkembang biak.
“Ikan sama dengan kita, mereka tidak mau pacaran di gelombang tinggi besar. Mereka akan cari tempat teduh untuk beranak pianak. Mereka juga seperti ibu yang melepas anaknya dengan kasih sayang dengan pengetahuan bahwa anaknya di situ akan aman. Tidak mungkin dia akan memijah di gelombang besar di EEZ (Exclusive Economic Zone) ujung atau di high seas (laut lepas),” ujarnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar, Marjani Sultan mengatakan, nelayan Kepulauan Selayar sudah mulai menerapkan perikanan yang berkelanjutan dan lestari.
“Alhamdulillah nelayan Selayar sudah mulai meninggalkan penangkapan kepiting bertelur. Kita juga terus menyosialisasikan agar masyarakat meninggalkan penggunaan bom, portas, dan sebagainya. Nelayan juga sudah mulai menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan,” kata Marjani.
Menteri Susi melakukan kunjungan ke Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan didampingi Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Brahmantya Satyamurti Poerwadi dan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, M Zulficar Mochtar. Di Selayar Menteri Susi melakukan diskusi bersama Bupati Kepulauan Selayar, Muh Basli Ali, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar, dan perangkat pemerintah daerah (Pemda) lainnya di Sunari Beach Resort.*





Komentar tentang post