Rabu, Oktober 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Menteri Susi: Masih Marak Penangkapan Ikan dengan Cara Merusak

redaksi
24 April 2019
Kategori : Berita
0
Rusak karena Bom ikan

Terumbu karang atol di Reef IV, Kepulauan Togean, rusak karena kegiatan pengeboman ikan. FOTO: VERRIANTO MADJOWA

Selayar – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, masih marak praktik penangkapan ikan dengan cara yang merusak (destructive fishing) oleh masyarakat.

Lokasi-lokasi yang menjadi sasaran seperti di Selayar, Taka Bonerate, Togean dan Teluk Tomini, Raja Ampat dan tempat-tempat lainnya.

“Di beberapa tempat saya datangi, di NTT, NTB, Maluku, dan lain-lain, kalau kita tanya ada yang ngebom ikan? Jawabnya, ada. Dari mana yang ngebom? Dari Sulsel,” kata Menteri Susi saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Minggu (21/4) dan Senin (22/4).

Susi mengingatkan praktik destructive fishing yang sering dilakukan masyarakat harus diperbaiki agar tidak menambah kerusakan alam. Destructive fishing ini selain mengancam keberadaan ikan di alam, juga mengancam keberlanjutan terumbu karang.

Menurut Susi, pemulihan terumbu karang yang rusak akibat destructive fishing ini membutuhkan waktu yang sangat panjang. Bila penangkapan ikan demngan cara yang merusak terus berlanjut, karang Indonesia bisa kurang dari 50 persen yang masih baik.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. FOTO: KKP.GO.ID

“Recovery coral (pemulihan terumbu karang) ini tidak mudah karena satu tahun coral itu hanya tumbuh paling kalau daerahnya subur airnya bagus 5 cm pun tidak. Rata-rata 1,5 – 2,5 cm saja. Dan coral pun akan terganggu karena cuaca. Jadi sebetulnya kalau kita merusak lagi, ya akan habis,” kata Susi.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Bom Ikandestructive fishingSusi Pudjiastuti
Bagikan9Tweet3KirimKirim
Previous Post

Mencegah Kebakaran Kapal Ikan

Next Post

Turis Tidak Tertarik ke Lokasi yang ada Bom Ikan

Postingan Terkait

Banjir Rob Merendam Kota Medan dan Batu Bara

Karakteristik Gelombang Laut dan Keunikannya

21 Oktober 2026
Gelombang Kelvin di Pasifik Khatulistiwa Bagai Detak Jantung El Niño

Gelombang Kelvin di Pasifik Khatulistiwa Bagai Detak Jantung El Niño

21 Oktober 2026

Copernicus Atmosphere Tampilkan Sebaran Asap Dalam Jumlah Besar Menutup Kepulauan Indonesia

Memadukan Kearifan Lokal dan Pemanfaatan Sampah Plastik Mahasiswa UNG Lolos Pimnas ke-39

Syarafudin Pattisahusiwa dan Sehan Rumra Pimpin AMSI Maluku 2026 – 2030

Cuaca dan Iklim Ekstrem Muncul Dalam Berita Setiap Hari, Istilah El Niño Jadi Percakapan

Topan Super Champi Bawa Gelombang Tinggi 16,8 Meter di Laut Filipina

UNG Perkuat Produk Olahan Ikan Nike

Next Post
Perizinan Kapal untuk Menjaga Kelestarian Ikan

Turis Tidak Tertarik ke Lokasi yang ada Bom Ikan

Komentar tentang post

TERBARU

Karakteristik Gelombang Laut dan Keunikannya

Gelombang Kelvin di Pasifik Khatulistiwa Bagai Detak Jantung El Niño

Copernicus Atmosphere Tampilkan Sebaran Asap Dalam Jumlah Besar Menutup Kepulauan Indonesia

Memadukan Kearifan Lokal dan Pemanfaatan Sampah Plastik Mahasiswa UNG Lolos Pimnas ke-39

Syarafudin Pattisahusiwa dan Sehan Rumra Pimpin AMSI Maluku 2026 – 2030

Cuaca dan Iklim Ekstrem Muncul Dalam Berita Setiap Hari, Istilah El Niño Jadi Percakapan

AmsiNews

REKOMENDASI

Bencana Pulau Siau,  Pusat Vulkanologi Rekomendasi Relokasi Rumah Rusak ke Tempat Aman

Korban Tewas Banjir di Pulau Siau Sulawesi Utara Bertambah Menjadi 11 Orang

Paus Orca dan Momen Matahari Terbenam yang Menakjubkan

200 Awak Kapal Pelaku Illegal Fishing Dipulangkan ke Vietnam

AIS Kelas B Sudah Banyak Dipasarkan di Indonesia

Komoditas Perikanan Salah Satu yang Berandil Penyumbang Garis Kemiskinan di Gorontalo

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.