Laporan ini dirilis di Forum Air Dunia (World Water Forum) yang berlangsung di Dakar, Senegal. WMO adalah salah satu kontributor dalam laporan tersebut.
Laporan tersebut menyerukan kepada Negara-negara untuk berkomitmen untuk mengembangkan kebijakan pengelolaan dan tata kelola air tanah yang memadai dan efektif untuk mengatasi krisis air saat ini dan masa depan di seluruh dunia.
“Meningkatkan cara kita menggunakan dan mengelola air tanah merupakan prioritas mendesak jika kita ingin mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada tahun 2030,” kata Gilbert F. Houngbo, Ketua UN-Water, Presiden Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian (IFAD) dan Pemimpin Koalisi Air dan Iklim yang dipelopori oleh WMO.
Houngbo yang juga memimpin Koalisi Air dan Iklim yang dipelopori oleh WMO, mengatakan, para pengambil keputusan harus mulai mempertimbangkan sepenuhnya cara-cara vital, di mana air tanah dapat membantu memastikan ketahanan air tanah. Kehidupan dan aktivitas manusia di masa depan dan iklim menjadi semakin tidak dapat diprediksi.
Houngbo dan pemimpin Koalisi Air dan Iklim lainnya berpartisipasi dalam Forum Air Dunia untuk menekankan perlunya tindakan air dan iklim yang terintegrasi.
Mereka baru-baru ini mengeluarkan Call for Action, termasuk komitmen untuk membentuk Sistem Informasi Air Global untuk mengisi kesenjangan dalam ketersediaan dan aksesibilitas data yang dapat diandalkan dan informasi yang dapat ditindaklanjuti.





Komentar tentang post