Salah satu yang memiliki kandungan squalene tinggi spesies hiu berjemur (Basking Shark) atau Cetorhinus maximus. Publikasi yang diterbitkan Environment.gov.au mengenai Cetorhinus maximus, minyak hati mengandung squalene berkadar tinggi.
Bahan ini digunakan di bidang kesehatan dan kosmetika, seperti krim kulit dan tangan. Selain itu, squalene juga digunakan sebagai pelumas mesin.
Lembar publikasi Cetorhinus maximus tersebut dibuat dalam 6 bahasa, termasuk bahasa Indonesia.
Berdasarkan kategori status konservasi Red List IUCN (The International Union for Conservation of Nature, Uni Internasional untuk Konservasi Alam), hiu berjemur termasuk spesies yang rentan (Vulnerable). Status rentan ini diberikan untuk spesies yang sedang menghadapi risiko kepunahan di alam liar (lautan) di masa yang akan datang.
Bila perburuan dan perdagangan hiu berjemur terus berlangsung, maka spesies ini terancam akan punah.
Adapula yang menjadi catatan penting, untuk penggunaan squalene secara umum. Platform kesehatan Alodokter.com dan Sehatq.com mengingatkan efek samping penggunaan squalene. Terdapat laporan suplemen squalene dari ekstrak minyak hati ikan hiu dapat memicu timbulnya pneumonia bila terhirup.
Suplemen squalene yang mengandung minyak hati ikan hiu, umumnya memiliki bau dan rasa yang tidak enak.





Komentar tentang post