– Deep-Sea Baseline Indonesia melalui Samudra Adhikara,
– Deployment Indonesia Ocean Observing System (IOOS) and Time-Series Observations melalui Samudra Caksana,
– Deep Biosphere and Marine Genetic Resources melalui Samudra Jiwana,
– Ocean Hazards, Subduction, and Seafloor Processes melalui Samudra Gati, dan
– Deep-Sea Carbon and Climate Engine melalui Samudra Kala.
Dengan kerangka tersebut, menurut A’an, laut dalam tidak lagi dipandang sebagai ruang gelap di peta, melainkan sebagai sistem yang dapat dipahami, dipantau, dan dikelola untuk kepentingan publik.




