“Kami ingin AMSI Kalbar menjadi rumah bagi semua media siber di Kalimantan Barat. Tempat di mana kita bisa belajar bersama, berbagi pengalaman, dan menciptakan konten yang bermakna tanpa harus khawatir mati karena kurangnya dukungan,” ujarnya.
“Jurnalisme yang baik adalah jurnalisme yang beretika. Dan untuk itu, kita butuh pelatihan rutin, workshop, dan program magang yang serius.”
Selain itu, Muhlis juga menyoroti pentingnya pelatihan jurnalistik dan peningkatan kapasitas SDM.
Harapan dari Generasi Milenial dan Z
Di tengah situasi yang serius, Muhlis-Mursalin juga membawa angin segar bagi generasi milenial dan Gen-Z yang ingin terjun ke dunia jurnalistik.
Mereka sadar bahwa masa depan media ada di tangan anak-anak muda yang akrab dengan dunia digital.
Oleh karena itu, salah satu agenda yang mulai digagas adalah pembentukan komunitas milenial AMSI Kalbar.
Komunitas ini akan menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk belajar menulis, membuat video dokumenter, hingga mengelola podcast dan media sosial.
“Anak muda adalah agen perubahan. Mereka punya ide-ide segar, cara pandang yang unik, dan keberanian untuk mencoba hal-hal baru. Kami ingin mereka menjadi bagian dari ecosistem media yang kita bangun,” kata Mursalin.




