Selain itu, mendorong agar organisasi ini turut berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pemberitaan yang objektif dan bermakna.
Sebelum rangkaian pemilihan dimulai, Konferensi diawali dengan Seminar Daerah bertajuk: Kolaborasi Membangun Media Massa yang Berkualitas dan Bisnis Berkelanjutan di Era Digital.
Seminar ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, praktisi media, hingga pejabat pemerintah.
Diskusi hangat terjadi di antara peserta, membahas isu-isu aktual seputar transformasi media, regulasi digital, serta strategi monetisasi konten di platform online.
Tantangan Depan Mata
Terpilihnya Muhlis-Mursalin tentu saja membawa harapan besar bagi anggota AMSI Kalbar.
Namun, di balik sorak-sorai dan tepuk tangan, ada realitas yang tak bisa diabaikan: industri media kini tengah berada di persimpangan jalan.
Di satu sisi, digitalisasi memberi peluang besar bagi media siber untuk berkembang.
Platform online memungkinkan jangkauan yang lebih luas, interaksi langsung dengan audiens, serta fleksibilitas dalam penyajian informasi.
Di sisi lain, tantangan seperti hoaks, polarisasi opini, tekanan politik, hingga krisis pendanaan menjadi ancaman nyata yang sulit dihindari.
Muhlis dan Mursalin sadar betul akan hal ini. Dalam pidato pertamanya sebagai Ketua terpilih, Muhlis mengatakan prioritas utama mereka adalah memperkuat sinergi antar anggota AMSI Kalbar.




