Rabu, Desember 17, 2025
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Musim Barat, Gelombang Tinggi, Nelayan Torosiaje Tangkap Ikan di Kawasan Mangrove

redaksi
3 Januari 2019
Kategori : Berita
0
Mangrove

Mangrove di Pohuwato. FOTO: DARILAUT.ID

Gorontalo – Musim barat sejak pertengahan November tahun lalu masih berlangsung hingga Januari ini. Akibat gelombang tinggi ini, nelayan Torosiaje Serumpun beralih untuk menangkap ikan di kawasan hutan mangrove.

“Pada musim Barat, ketika warga tidak bisa turun ke laut, upaya pemenuhan kebutuhan hidup dilakukan dengan menangkap ikan di kawasan mangrove,” kata pengamat pesisir dan laut di Gorontalo Sugeng Sutrisno, Kamis (3/1).

Selama ini, menurut Sugeng, sudah 10 tahun warga Torosiaje Serumpun di Kabupaten pohuwato menjaga dan mempertahankan mangrove seluas 124,5 hektare. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk membangun ketahanan sosio ekologi dan ekonomi masyarakat yang umumnya berprofesi sebagai nelayan.

Sugeng mengatakan, mangrove di kawasan lindung dan cagar alam di wilayah tersebut sudah hancur dan rusak untuk tambak. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kemudian menjadikan mangrove di Torosiaje sebagai Kawasan Ekosistem Esensial.

Mangrove Torosiaje merupakan salah satu ekosistem yang relatif mampu mewakili kondisi mangrove yang masih baik di Pohuwato.

Tokoh masyarakat Torosiaje yang juga spesialis rehabilitasi mangrove, Umar Pasandre mengatakan, angin kencang dan ombak di perairan Torosiaje dan Teluk Tomini ini kemungkinan hingga pertengahan Februari.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Gelombang TinggiMangrovepohuwatoTorosiaje
Bagikan5Tweet2KirimKirim
Previous Post

Ini Aturan Penangkapan dan Pengiriman Kepiting Bertelur

Next Post

Sensor Ketinggian Air untuk Memantau Anak Krakatau

Postingan Terkait

Bibit 93S di Selatan Jawa Berpeluang Sedang Menjadi Siklon Tropis

Bibit 93S di Selatan Jawa Berpeluang Sedang Menjadi Siklon Tropis

17 Desember 2025
Analisis BMKG Sulawesi Selatan Berpotensi Cuaca Ekstrem Berupa Curah Hujan Tinggi

Analisis BMKG Sulawesi Selatan Berpotensi Cuaca Ekstrem Berupa Curah Hujan Tinggi

17 Desember 2025

Komitmen Transparansi Berbuah Prestasi, UNG Kembali Raih Predikat Informatif 2025

UNG Asah Peran Strategis Kehumasan dan Kemitraan Lewat Workshop Tata Kelola

Konferwil II AMSI Kepri Resmi Digelar, Jailani dan Muhammad Bunga Ashab Terpilih

Siklon Tropis Bakung Melemah di Samudra Hindia

Bibit Siklon Tropis 95S Berada di Selatan Kepulauan Aru

Bibit Siklon Tropis 93S Terletak di Selatan Jawa Timur

Next Post
Sensor ketinggian air

Sensor Ketinggian Air untuk Memantau Anak Krakatau

Komentar tentang post

TERBARU

Bibit 93S di Selatan Jawa Berpeluang Sedang Menjadi Siklon Tropis

Analisis BMKG Sulawesi Selatan Berpotensi Cuaca Ekstrem Berupa Curah Hujan Tinggi

Komitmen Transparansi Berbuah Prestasi, UNG Kembali Raih Predikat Informatif 2025

UNG Asah Peran Strategis Kehumasan dan Kemitraan Lewat Workshop Tata Kelola

Konferwil II AMSI Kepri Resmi Digelar, Jailani dan Muhammad Bunga Ashab Terpilih

Siklon Tropis Bakung Melemah di Samudra Hindia

AmsiNews

REKOMENDASI

Banjir Melanda Bone Bolango

Analisis BMKG, Sejak 1866 Perubahan Iklim Telah Terjadi di Indonesia

Pengelolaan Lingkungan Bisa Tersesat Bila Hanya Pencitraan

Cek Fakta: Klaim Ada Empat Fakultas Baru di Universitas Pertahanan

Berat Anjing Laut Macan Tutul Betina Capai 500 kg

102 Kapal Ikan Ganti Jaring Trawl dengan Alat Tangkap yang Ramah Lingkungan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.