Kenaikan ini terutama disebabkan oleh dua dampak pemanasan global akibat aktivitas manusia: mencairnya gletser dan lapisan es, serta pemuaian air laut seiring dengan meningkatnya suhu samudra.
Namun, di Pangani, pengukuran global tersebut berdampak nyata dalam bentuk masalah lokal yang serius.
“Ketika air asin masuk ke wilayah daratan dan memengaruhi sektor pertanian, hal itu pada akhirnya berdampak pada ketahanan pangan secara keseluruhan,” kata Clara Makenya, perwakilan UNEP di Tanzania.
Dampaknya juga meluas hingga ke pasokan air tawar dan infrastruktur, ujarnya. Air asin dapat mempercepat kerusakan peralatan dan membuat air tidak layak digunakan untuk keperluan rumah tangga sehari-hari.
Langkah Perlindungan
Upaya untuk melindungi Pangani telah dilakukan melalui berbagai cara. UNEP mendukung langkah-langkah berbasis alam, seperti penanaman mangrove dan pemulihan terumbu karang, serta pembangunan infrastruktur pelindung seperti tembok penahan ombak (seawall).
Tidak ada satu solusi tunggal yang dapat diterapkan untuk seluruh garis pantai.
“Infrastruktur dan sistem berbasis alam saling melengkapi satu sama lain,” kata Makenya.
“Yang terpenting adalah menentukan pendekatan mana yang cocok untuk lokasi tertentu. Dalam kasus Pangani, pendekatan gabungan ini kemungkinan besar akan memberikan hasil terbaik.”



