Rabu, Oktober 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Naiknya Permukaan Laut di Tanzania Membuat Ikan Ikut Bergeser

redaksi
2 Oktober 2026
Kategori : Berita
0
Naiknya Permukaan Laut di Tanzania Membuat Ikan Ikut Bergeser

Kapal-kapal nelayan terdampar di lumpur saat laut mengikis pantai. FOTO: UN News

Kenaikan ini terutama disebabkan oleh dua dampak pemanasan global akibat aktivitas manusia: mencairnya gletser dan lapisan es, serta pemuaian air laut seiring dengan meningkatnya suhu samudra.

Namun, di Pangani, pengukuran global tersebut berdampak nyata dalam bentuk masalah lokal yang serius.

“Ketika air asin masuk ke wilayah daratan dan memengaruhi sektor pertanian, hal itu pada akhirnya berdampak pada ketahanan pangan secara keseluruhan,” kata Clara Makenya, perwakilan UNEP di Tanzania.

Dampaknya juga meluas hingga ke pasokan air tawar dan infrastruktur, ujarnya. Air asin dapat mempercepat kerusakan peralatan dan membuat air tidak layak digunakan untuk keperluan rumah tangga sehari-hari.

Langkah Perlindungan

Upaya untuk melindungi Pangani telah dilakukan melalui berbagai cara. UNEP mendukung langkah-langkah berbasis alam, seperti penanaman mangrove dan pemulihan terumbu karang, serta pembangunan infrastruktur pelindung seperti tembok penahan ombak (seawall).

Tidak ada satu solusi tunggal yang dapat diterapkan untuk seluruh garis pantai.

“Infrastruktur dan sistem berbasis alam saling melengkapi satu sama lain,” kata Makenya.

“Yang terpenting adalah menentukan pendekatan mana yang cocok untuk lokasi tertentu. Dalam kasus Pangani, pendekatan gabungan ini kemungkinan besar akan memberikan hasil terbaik.”

Halaman 2 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Kenaikan Permukaan LautNaiknya Permukaan LautTanzania
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Naiknya Permukaan Laut Menghantam Tanzania, Air Asin Masuk 8 km

Next Post

Mahasiswa FMIPA UNG Raih Medali Emas Kompetisi Chemistry Education Innovation 2026

Postingan Terkait

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

14 Oktober 2026
Anomali Suhu Permukaan Laut Mencerminkan El Niño Berkembang Pesat

Pemanasan di Pasifik khatulistiwa Diprediksi Akan Tetap Berada di Atas Ambang Batas El Niño

14 Oktober 2026

Pasifik Khatulistiwa Bagian Barat di Utara Indonesia Titik Awal Siklus El Nino

Fenomena El Nino-Southern Oscillation Erat Kaitannya dengan Arus Lintas Indonesia

Bibit Siklon Tropis 96W Berada di Dekat Mikronesia

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

Sejumlah Mahasiswa UNG Juara Kompetisi Nasional

Anomali Kondisi Suhu di Seluruh Dunia

Next Post
Prodi Pendidikan Biologi UNG Raih Akreditasi Unggul

Mahasiswa FMIPA UNG Raih Medali Emas Kompetisi Chemistry Education Innovation 2026

TERBARU

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

Pemanasan di Pasifik khatulistiwa Diprediksi Akan Tetap Berada di Atas Ambang Batas El Niño

Pasifik Khatulistiwa Bagian Barat di Utara Indonesia Titik Awal Siklus El Nino

Fenomena El Nino-Southern Oscillation Erat Kaitannya dengan Arus Lintas Indonesia

Bibit Siklon Tropis 96W Berada di Dekat Mikronesia

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

AmsiNews

REKOMENDASI

Setiap 100 Meter Area Menyelam Terkumpul 934 Sedotan

Temuan Pushidrosal, Dasar Laut Anak Krakatau Menjadi Dangkal

Topan Super Noru Sedikit Melemah Setelah Mendarat di Pulau Luzon

Panas Ekstrem yang Menghancurkan

Pertanian Berkontribusi Menyumbang Emisi Gas Rumah Kaca

Cuaca Penerbangan 7 Hari ke Depan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.