Apa yang terjadi ketika upaya melawan perubahan lingkungan tidak lagi memadai, dan manusia harus belajar untuk hidup berdampingan dengannya?
“Waktu terjadinya banjir, intensitas banjir, serta tingkat dan waktu suhu panas menjadi semakin sulit diprediksi oleh para petani,” ujar Dr. O’Connor, mengutip UN News. “Padahal, semua faktor ini menentukan kapan mereka harus menanam tanaman mereka.”
Delta Kekurangan Pasokan Sedimen
Perubahan iklim hanyalah sebagian dari masalah yang ada.
Sungai Mekong bermula di Dataran Tinggi Tibet dan mengalir melintasi Tiongkok serta sebagian besar wilayah Asia Tenggara sebelum bermuara di laut di wilayah selatan Vietnam.
Bendungan-bendungan yang dibangun di bagian hulu telah menahan sebagian besar sedimen yang dulunya mengalir ke hilir.
Menurut sebuah studi ilmiah yang diterbitkan pada tahun 2021, jumlah sedimen yang mencapai delta telah merosot tajam dari sekitar 143 juta metrik ton dua dekade lalu menjadi diperkirakan hanya 32 juta ton.
Hilangnya lahan tersebut merupakan hal yang krusial karena delta bukan sekadar daratan yang terletak di tepi perairan; delta terus-menerus dibentuk kembali oleh aliran sungai.
Biasanya, kata Dr. O’Connor, sedimen yang terbawa dari hulu akan mengendap di sepanjang pesisir dan tertahan oleh lahan basah serta hutan bakau. Permukaan tanah pun perlahan ikut meninggi—sebuah mekanisme pertahanan alami terhadap kenaikan permukaan laut.




