Jumat, September 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Naiknya Permukaan Laut Mengancam Rumah, Sistem Pangan dan Infrastruktur

redaksi
25 September 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Naiknya Permukaan Laut Mengancam Rumah, Sistem Pangan dan Infrastruktur

Masyarakat pesisir Papua New Guinea menghadapi masa depan yang tidak pasti seiring dengan dampak perubahan iklim yang menyebabkan kenaikan permukaan laut, peningkatan kadar garam pada perairan darat, serta hilangnya biota laut. FOTO: UNDP

Darilaut – Naiknya permukaan air mengancam rumah, sistem pangan, infrastruktur, dan bahkan integritas wilayah sejumlah negara.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres memperingatkan naiknya permukaan air telah mengancam masa depan masyarakat pesisir di seluruh dunia.

Permukaan laut global naik hampir enam milimeter pada tahun 2024—kenaikan tahunan terbesar yang pernah tercatat.

Meskipun kenaikan ini diukur dalam satuan milimeter, “dampaknya diukur dengan jutaan kehidupan yang hancur, komunitas yang tercerabut dari tempat tinggalnya, dan masa depan yang terenggut,” kata Guterres pada pembukaan pertemuan tingkat tinggi Kenaikan Permukaan Laut, pada Kamis (24/9).

Tanpa pengurangan emisi secara drastis, permukaan laut bisa naik hingga satu meter pada akhir abad ini.

Saat ini, sekitar 770 juta orang tinggal di wilayah dengan ketinggian kurang dari lima meter di atas garis pasang tertinggi.

Namun, mereka yang paling sedikit berkontribusi terhadap perubahan iklim justru menghadapi bahaya terbesar, kata Guterres, seraya mendesak tindakan di tiga bidang: pengurangan emisi, perlindungan masyarakat, dan penutupan celah hukum.

Untuk mengubah tren tersebut, ia menyatakan bahwa emisi global harus segera mencapai puncaknya dan turun sebesar 60 persen pada tahun 2035, serta pendanaan untuk adaptasi harus ditingkatkan hingga tiga kali lipat.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: António GuterresKenaikan Permukaan LautPBB
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Para Pemimpin Dunia Setuju Deklarasi Untuk Mengatasi Kenaikan Permukaan Laut

Next Post

Dampak Nyata Naiknya Permukaan Laut

Postingan Terkait

KKN UNG di Huangobotu Berfokus pada Pemasaran Produk Olahan Hasil Perikanan

KKN UNG di Huangobotu Berfokus pada Pemasaran Produk Olahan Hasil Perikanan

25 September 2026
Dampak Nyata Naiknya Permukaan Laut

Dampak Nyata Naiknya Permukaan Laut

25 September 2026

Para Pemimpin Dunia Setuju Deklarasi Untuk Mengatasi Kenaikan Permukaan Laut

Kenaikan Permukaan Laut Kian Cepat

Presiden WMO Dr Abdulla Al Mandous: Makin Banyak Kejadian Cuaca Ekstrem

Hakim MK Bahas Perkara PHPU Pilpres, Sidang Putusan Syarat Pendidikan Awal Pekan Depan

Tropical Storm Surigae to Strengthen in the Philippine Sea

Badai Tropis Surigae Terbentuk di Laut Filipina

Next Post
Dampak Nyata Naiknya Permukaan Laut

Dampak Nyata Naiknya Permukaan Laut

TERBARU

KKN UNG di Huangobotu Berfokus pada Pemasaran Produk Olahan Hasil Perikanan

Dampak Nyata Naiknya Permukaan Laut

Naiknya Permukaan Laut Mengancam Rumah, Sistem Pangan dan Infrastruktur

Para Pemimpin Dunia Setuju Deklarasi Untuk Mengatasi Kenaikan Permukaan Laut

Kenaikan Permukaan Laut Kian Cepat

Presiden WMO Dr Abdulla Al Mandous: Makin Banyak Kejadian Cuaca Ekstrem

AmsiNews

REKOMENDASI

Prosesi Buka Sasi di Raja Ampat

100 Ribu Bangkai Ikan Mengambang di Lepas Pantai Prancis

42 Orang Meninggal Karena Banjir dan Tanah Longsor di Filipina Selatan, 16 Hilang

Tanah Longsor di Kabupaten Karo Menewaskan 5 Warga

Hari Ini Pencarian Pengendara Motor Hilang di Sungai Monano Dengan Empat Metode

Ribuan Warga Berevakuasi dari Palu

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.