Jumat, Oktober 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Naiknya Permukaan Laut Menghantam Tanzania, Air Asin Masuk 8 km

redaksi
2 Oktober 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Naiknya Permukaan Laut Menghantam Tanzania, Air Asin Masuk 8 km

Naiknya permukaan air laut telah mengikis kawasan pantai di Pangani, Wilayah Tanga, Tanzania. FOTO: UNOPS

“Setiap orang yang tinggal di tepian sungai tempat bakau tumbuh seharusnya diberi bantuan dana agar mereka bisa pindah ke tempat lain,” ujarnya kepada UN News. “Wilayah-wilayah itu kini sudah dikuasai oleh tanaman bakau.”

Garis Pantai Menyusut

Kota bersejarah Pangani terletak di dataran rendah. Di sini, dampak naiknya permukaan laut tidak hanya diukur dalam hitungan milimeter, tetapi juga melalui menyusutnya panen kelapa, masuknya kadar garam ke tanah pertanian, serta ikan yang tak lagi berkumpul di lokasi tempat para nelayan biasa menangkapnya.

Hashimu Iddi telah menyaksikan sendiri perubahan pada pohon-pohon kelapa miliknya.

“Batang pohonnya dulu jauh lebih besar dan sehat,” ujarnya. “Namun, kenaikan permukaan laut telah berdampak buruk. Air asin merangsek jauh ke daratan, produktivitas menurun, pohon-pohon menjadi tidak sehat, dan banyak yang mati. Pendapatan kami pun ikut merosot.”

Bagi keluarga-keluarga yang tinggal di wilayah tersebut, kerugian yang ditimbulkan meluas dengan cepat hingga ke luar sektor pertanian.

“Kami bergantung pada perkebunan kelapa untuk menopang kehidupan, menyekolahkan anak-anak, dan memenuhi kewajiban sosial,” ujar Iddi. “Kini kami menghadapi tantangan besar akibat dampak kenaikan permukaan laut.”

Haroub Selemani, seorang petani sekaligus pedagang, mengatakan bahwa kelapa berukuran besar kini semakin banyak berasal dari dataran yang lebih tinggi.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Kenaikan Permukaan LautNaiknya Permukaan LautTanzania
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

El Niño Akan Memicu Berbagai Ancaman Bahaya

Next Post

Naiknya Permukaan Laut di Tanzania Membuat Ikan Ikut Bergeser

Postingan Terkait

Naiknya Permukaan Laut di Tanzania Membuat Ikan Ikut Bergeser

Naiknya Permukaan Laut di Tanzania Membuat Ikan Ikut Bergeser

2 Oktober 2026
El Niño Akan Memicu Berbagai Ancaman Bahaya

El Niño Akan Memicu Berbagai Ancaman Bahaya

2 Oktober 2026

BMKG: Kondisi Musim di Indonesia Tidak Seragam

Kenaikan Suhu Berdampak Luas Terhadap Lingkungan dan Berbagai Risiko Iklim

Karhutla di Pulau Karakelang Talaud Sulawesi Utara

Kebutuhan Pasar Ikan Hias Indonesia Diperoleh Melalui Eksploitasi Dari Alam

UNG Perkuat Tata Kelola Akademik Melalui Uji Publik

Panas Laut dan El Niño Mungkin Bikin Penyu Lekang Pertama Kali Bertelur di Pantai California

Next Post
Naiknya Permukaan Laut di Tanzania Membuat Ikan Ikut Bergeser

Naiknya Permukaan Laut di Tanzania Membuat Ikan Ikut Bergeser

TERBARU

Naiknya Permukaan Laut di Tanzania Membuat Ikan Ikut Bergeser

Naiknya Permukaan Laut Menghantam Tanzania, Air Asin Masuk 8 km

El Niño Akan Memicu Berbagai Ancaman Bahaya

BMKG: Kondisi Musim di Indonesia Tidak Seragam

Kenaikan Suhu Berdampak Luas Terhadap Lingkungan dan Berbagai Risiko Iklim

Karhutla di Pulau Karakelang Talaud Sulawesi Utara

AmsiNews

REKOMENDASI

KPU Kabupaten Gorontalo Evaluasi Pelaporan Aplikasi e-Coklit Pilkada Serentak 2024

19 Orang Meninggal Karena Banjir dan Longsor di Sumatera Barat, 7 Hilang

Jawa Barat Siapkan Pengembangan Wilayah Kelautan

IDNOG Akan Membahas Cyber Security di era Kecerdasan Buatan dan Perlindungan Data Pribadi

KKP dan Panasonic Gobel Bantu Kelompok Pelestari Penyu

Sosiologi Bencana di Gorontalo: Sejarah Gempa, Peringatan Tsunami, dan Lelucon yang Berisiko

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.