“Setiap orang yang tinggal di tepian sungai tempat bakau tumbuh seharusnya diberi bantuan dana agar mereka bisa pindah ke tempat lain,” ujarnya kepada UN News. “Wilayah-wilayah itu kini sudah dikuasai oleh tanaman bakau.”
Garis Pantai Menyusut
Kota bersejarah Pangani terletak di dataran rendah. Di sini, dampak naiknya permukaan laut tidak hanya diukur dalam hitungan milimeter, tetapi juga melalui menyusutnya panen kelapa, masuknya kadar garam ke tanah pertanian, serta ikan yang tak lagi berkumpul di lokasi tempat para nelayan biasa menangkapnya.
Hashimu Iddi telah menyaksikan sendiri perubahan pada pohon-pohon kelapa miliknya.
“Batang pohonnya dulu jauh lebih besar dan sehat,” ujarnya. “Namun, kenaikan permukaan laut telah berdampak buruk. Air asin merangsek jauh ke daratan, produktivitas menurun, pohon-pohon menjadi tidak sehat, dan banyak yang mati. Pendapatan kami pun ikut merosot.”
Bagi keluarga-keluarga yang tinggal di wilayah tersebut, kerugian yang ditimbulkan meluas dengan cepat hingga ke luar sektor pertanian.
“Kami bergantung pada perkebunan kelapa untuk menopang kehidupan, menyekolahkan anak-anak, dan memenuhi kewajiban sosial,” ujar Iddi. “Kini kami menghadapi tantangan besar akibat dampak kenaikan permukaan laut.”
Haroub Selemani, seorang petani sekaligus pedagang, mengatakan bahwa kelapa berukuran besar kini semakin banyak berasal dari dataran yang lebih tinggi.




