Darilaut – Naskah-naskah klasik Nusantara dan keanekaragaman hayati merupakan bagian penting untuk membangun ilmu pengetahuan. Namun keberadaan naskah kuno tersebut mengkhawatirkan, mengingat masih minimnya kajian juga ancaman kerusakan dan kehilangan.
Menurut Kepala Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Atit Kanti, LIPI melalui Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia berkepentingan untuk terus menggali khazanah kekayaan bangsa ini karena naskah-naskah kuno nusantara menjadi bagian dari sejarah alam Indonesia.
LIPI berharap muncul kesadaran dari masyarakat untuk menjaga, menggali dan mengambil pelajaran dari kekayaan tradisional bangsa untuk menumbukan watak ilmu pengetahuan.
Peneliti etnobiologi Pusat Penelitian Biologi LIPI, Mohammad Fathi Royyani, mengatajan, watak sains sejatinya sudah ada dalam diri bangsa ini. Beberapa pengetahuan tradisional dalam pengobatan yang tersimpan dalam naskah klasik sebagian masih dipraktekkan oleh masyarakat Indonesia.
Bahkan, kata Fathi, kajian-kajian etnobotani menunjukkan beberapa masyarakat tradisional masih lebih mempercayai pengobatan tradisional daripada pengobatan kimiawi.
Menurut Fathi, banyak naskah hilang atau rusak sebelum diketahui kandungan yang terdapat di dalamnya.
“Tidak sedikit naskah-naskah klasik dijual oleh pemilik untuk mendapatkan keuntungan finansial, padahal naskah tersebut sangat berarti untuk mengungkap jati diri bangsa Indonesia,” kata Fathi, seperti dikutip dari Lipi.go.id, Kamis (20/8).
Naskah kuno adalah salah satu cara dari orang Nusantara untuk menyimpan ilmu dan pengetahuan.
“Menggali kandungan isi naskah dan disesuaikan dengan perkembangan sains perlu dilakukan untuk menjawab berbagai problem masyarakat, dari kesehatan, pengelolaan alam, etika dan lain sebagainya,” ujar Fathi.*
