Jumat, Mei 1, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Naskah Kuno Bagian dari Sejarah Alam Indonesia

redaksi
20 Agustus 2020
Kategori : Berita
0
Kakek Sandiaga Uno Konservasionis Pertama Burung Maleo

Burung maleo A. UNO/TECTONA (1949)

Darilaut – Naskah-naskah klasik Nusantara dan keanekaragaman hayati merupakan bagian penting untuk membangun ilmu pengetahuan. Namun keberadaan naskah kuno tersebut mengkhawatirkan, mengingat masih minimnya kajian juga ancaman kerusakan dan kehilangan.

Menurut Kepala Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Atit Kanti, LIPI melalui Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia berkepentingan untuk terus menggali khazanah kekayaan bangsa ini karena naskah-naskah kuno nusantara menjadi bagian dari sejarah alam Indonesia.

LIPI berharap muncul kesadaran dari masyarakat untuk menjaga, menggali dan mengambil pelajaran dari kekayaan tradisional bangsa untuk menumbukan watak ilmu pengetahuan.

Peneliti etnobiologi Pusat Penelitian Biologi LIPI, Mohammad Fathi Royyani, mengatajan, watak sains sejatinya sudah ada dalam diri bangsa ini. Beberapa pengetahuan tradisional dalam pengobatan yang tersimpan dalam naskah klasik sebagian masih dipraktekkan oleh masyarakat Indonesia.

Bahkan, kata Fathi, kajian-kajian etnobotani menunjukkan beberapa masyarakat tradisional masih lebih mempercayai pengobatan tradisional daripada pengobatan kimiawi.

Menurut Fathi, banyak naskah hilang atau rusak sebelum diketahui kandungan yang terdapat di dalamnya.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: keanekaragaman hayatiLIPISejarah peradaban maritim
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

2 Gempa Mengguncang Bengkulu

Next Post

Masyarakat Maritim Diimbau Hati-hati pada Sindikat Penipu

Postingan Terkait

Krisis Selat Hormuz, PBB: Pembersihan Ranjau Darat Saja Sulit Apalagi di Laut

Krisis Selat Hormuz Mendorong Dunia Menuju Resesi

1 Mei 2026
Ahli Desain Komunikasi Visual UNG: Banyak yang Meremehkan Pelanggaran Hak Cipta Visual dan Konten Jurnalistik

Ahli Desain Komunikasi Visual UNG: Banyak yang Meremehkan Pelanggaran Hak Cipta Visual dan Konten Jurnalistik

1 Mei 2026

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

Mangrove Dapat Menyerap logam berat Merkuri

Mangrove Biofilter Alami Mengurai Limbah Budidaya Laut

ENSO dan IOD Kondisi Netral, Monsun Australia Melemah

Waspada Hujan Ringan dan Lebat di Berbagai Wilayah Indonesia

Ekosistem Laut Saling Terhubung

Next Post
Masyarakat Maritim Diimbau Hati-hati pada Sindikat Penipu

Masyarakat Maritim Diimbau Hati-hati pada Sindikat Penipu

Komentar tentang post

TERBARU

Krisis Selat Hormuz Mendorong Dunia Menuju Resesi

Ahli Desain Komunikasi Visual UNG: Banyak yang Meremehkan Pelanggaran Hak Cipta Visual dan Konten Jurnalistik

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

Mangrove Dapat Menyerap logam berat Merkuri

Mangrove Biofilter Alami Mengurai Limbah Budidaya Laut

ENSO dan IOD Kondisi Netral, Monsun Australia Melemah

AmsiNews

REKOMENDASI

Menjaga Keberlanjutan Ekonomi Sidat Indonesia

Nelayan Sebatik Belum Memanfaatkan Ikan Pelagis di Laut Sulawesi

Hari Ini, 365 Karung Sampah Plastik Dibersihkan di Teluk Manado

Indeks Daya Saing Daerah 2025 Perkuat Daya Saing Nasional

Ragam Pesona Pulau Lilito di Laut Sulawesi, Gorontalo Utara

Massa Merusak Fasilitas Pani Gold Project dan Membakar Kantor Bupati Pohuwato di Gorontalo

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.